masilham.com

masilham.com

Followers

Update Terbaru

Mencari Ide Untuk Menulis di Blog

Diposkan oleh On 6:11:00 AM with No comments

nyari ide
Ngeblog itu akan terasa asyik kalau banyak ide yang bisa dieksekusi menjadi sebuah tulisan. Kebanyakan blogger terkendala masalah ide tulisan ketika hendak mengisi blog mereka. Padahal sebenarnya banyak cara untuk menggali ide tulisan.

Bagaimana caranya? Kalau berdasarkan pengalaman saya sih mudah saja mencari ide. Salah satunya, saya lebih banyak menggali ide dari twitter. Karena di twitter banyak sekali tweet yang bikin gregetan untuk saya bantah. Terutama tweet para pembenci Islam seperti JIL dan para munafikun.

Satu tweet kontroversi dari orang JIL atau orang munafik bisa menghasilkan bantahan satu halaman artikel di blog. Jadi kalau pengen banyak ide, pantengin aja itu twitter dan lihat juga apa yang menjadi trending topic. Kalau saat ini yang menjadi trending topic tentang ceramah Zakir Naik, ya silahkan bikin tulisan tentang Zakir Naik. Gampang kan?

Kenapa saya tidak nyari ide tulisan di facebook? karena saya jarang menjumpai hal-hal yang kontroversi di facebook. Paling banyak isinya keluhan atau orang jualan. Jadi kurang asyik buat nyari ide.

Itu saja saran saya buat para blogger yang kehabisan ide. Selamat berkarya...
Selektif Terhadap Bacaan Itu Penting

Diposkan oleh On 9:00:00 PM with No comments

buku bacaan
Masilham.com - Anda termasuk orang yang tidak bisa lepas dari buku? Apakah anda merasa kehilangan jika sehari saja tidak membaca buku? Apakah anda termasuk orang yang gemar menabung untuk beli buku dari pada beli yang lainnya? Kalau anda adalah tipe orang yang gemar membaca buku, maka berbahagialah. Karena anda memiliki potensi menjadi orang besar. Menjadi orang yang bijak dan berwawasan luas.

Namun tunggu dulu. Kegemaran membaca saja tidak cukup untuk menjadikan anda sebagai orang yang bijak dan berwawasan luas, jika buku-buku yang anda baca tidak berkualitas. Memang membaca buku apa saja adalah hak setiap orang. Namun selektif terhadap bacaan itu sangat penting. Karena apa yang kita baca bisa mempengaruhi karakter dan cara kita berfikir. Ada pepatah mengatakan, "Anda adalah apa yang anda baca", maksudnya, untuk mengetahui siapa jati diri kita, bisa dilihat dari buku apa saja yang sering kita baca.

Dan saya kira benarlah pepatah tersebut. Orang yang setiap hari membaca buku-buku komunisme, lambat laun pikirannya akan teracuni virus komunis. Orang yang sering membaca buku-buku ajaran syiah, lama kelamaan dia akan menjadi orang syiah. Orang yang sering membaca novel-novel dewasa yang berbau porno, lama-kelamaan dia akan sering berpikiran mesum. Naudzubillah.


Ada yang mengatakan, "Apa sih bahayanya buku? lha wong cuma baca doang. Baca buku ajaran sesat tidak harus ikut tersesa kan?t". Memang idealnya begitu. Ketika kita membaca buku-buku yang menyesatkan, misalnya buku komunisme, tidak mengharuskan kita menjadi orang komunis. Tapi jika sebelum membaca buku-buku terlarang itu kita tidak punya bekal ilmu dan iman yang kuat, bisa jadi kita akan mudah disesatkan oleh setan lewat perantara buku itu.

Oleh karena itu, jika kita ingin membaca buku-buku yang terindikasi menyimpang, sebaiknya jangan "kosongkan gelas". Kita penuhi "gelas" kita dulu agar pemikiran-pemikiran sesat tidak memenuhi gelas kita. Silahkan baca buku-buku yang terlarang dengan syarat, 1. Punya bekal ilmu dan iman yang kuat. 2. Memiliki niat untuk menambah wawasan saja, bukan untuk diikuti sebagai petunjuk hidup.

Adalah Zakir Naik seorang da'i yang ahli dalam perbandingan agama. Beliau sering membaca buku-buku dan kitab ajaran agama lain dalam rangka untuk menambah wawasan bukan untuk dijadukan petunjuk hidupnya. Karena beliau sudah punya banyak bekal ilmu agama Islam, sehingga bacaan apapun tidak begitu berefek negatif bagi beliau.Wallahu a'lam bishowwab.
Secangkir Kopi Di Tanah Arab

Diposkan oleh On 9:47:00 PM with No comments

Secangkir kopi di Tanah Arab

Ilir iliran angin merangsang tulang tulang
Secangkir kopi tergenggam di tangan kanan,
Kala itu hamparan ilalang yang membentang
Tapi sekarang luasnya padang gersang yang aku pandang

Dibalik jendela berdebu ku raut ulang sebuah impian
Masa masaku telah hangus usang
Tak ada irama yang aku putar sebagai kawan
Karna aku memang bukan penikmat lagu dan nyanyian

Yaaaaahhhh ...rasa dingin  ini begitu menggelitik rusuk rusukku
Aku bertanya pada luasnya tanah hamparan
Dimanakah pemilik rusuk ini
Sedang ia amat kedinginan
Tapi yang aku temui buaian debu yang beterbangan
Menoleh ke arah kanan  sedikit hamparan kerikil berjajaran

Aku yakin ia ada di seberang yang sekarang tak kasat mata
Karna berdindingkan jarak waktu yang berbeda
Dulu aku mengira kaulah dibalik indahnya ilalang nan hijau
Terurai oleh angin yang bersemilir
Entahlah mungkin kaupun terbang jauh oleh sepoy sepoynya sang piung
Mungkin suatu saat kau datang tanpa aku duga

Dimana angin itu menyampaikan rinduku padamu
Tanpa aku sangka kaupun ketuk pintu hatiku
Membawa sejuta kata indah
Irama nan menggoda
Tanpa suara bisik tetangga
Kau pun meminangku juga
Aduhaaii ..celakalah  kopiku telah dingin   disambar angin buain dalam sunyinya malam .

By: Anggun


Menjadi Keluarga Allah

Diposkan oleh On 8:58:00 PM with No comments

keluarga Allah
Kebanyakan orang akan merasa bangga jika kenal dekat dengan orang yang memilki pengaruh atau kekuasaan. Merasa bangga jika punya teman seorang pejabat atau penguasa. Dan kebanggaan itu akan semakin kuat manakala orang yang memilki kekuasaan atau para pejabat itu adalah keluarganya.

Lalu bagaimana jika kita dekat dengan pemilik kekuasaan tertinggi, yang kekuasaannya tak ada satu makhluk pun yang bisa menandingi?Pasti sangat bangga. Siapakah pemilik kekuasaan yang tak satu pun makhluk bisa menandingi? Dialah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Maukah kita menjadi manusia yang paling dekat dengan-Nya? Bahkan menjadi keluarga-Nya? Siapapun kita pasti menginginkan itu. Namun tidak sembarang orang bisa menjadi keluarganya Allah. Hanya orang-orang khusus dan terpilih saja yang bisa menjadi keluarganya Allah. Siapa mereka? Mari kita simak hadits berikut ini :

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَ خَاصَتُهُ-ابن ماجة

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Ahlul Qur`an adalah keluarga Allah dan orang khusus-Nya.” (HR. Ibnu Majah)

Hadits tersebut menerangkan bahwa penghafal Al Qur`an yang sekaligus menjadi pengamalnya, disebut sebagai keluarganya Allahdan merupakan orang-orang yang khusus bagi Allah.

Bukanlah termasuk dalam sebutan itu, kecuali mereka yang suci dari dosa-dosa, baik dhahir maupun batinnya dan menghiasi dirinya dengan ketakwaan. (lihat, Faidh Al Qadir, 3/67)


Siapkah kita menjadi keluarganya Allah? Yuk kita semangatkan diri kita masing-masing untuk menjadi penghafal dan pengamal Al Qur'an.
Membenci Arab Berarti Membenci Nabi Muhammad Saw

Diposkan oleh On 7:06:00 PM with No comments

padang pasir
Desert
Sungguh mengherankan jika ada orang Islam kok membenci Arab. Padahal Arab Saudi adalah tempat kelahiran dan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Ada apa dengan Arab Saudi? Sehingga sebagian orang yang mengaku muslim membenci negeri itu. Apakah karena adanya Abu Lahab? Kalau alasan membenci Arab karena adanya musuh-musuh Islam seperti Abu lahab Cs ya keblinger namanya. Itu berarti menganggap pengaruh Abu Lahab lebih kuat dari pada Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa Sallam.

Tidak usah beralasan yang aneh-aneh deh. Kalau benci Islam ngaku saja. Dari pada menjadi duri dalam daging bagi ummat Islam. Bagaimana bisa benci arab, lha wong ibadah sholat kita semua berbahasa Arab. Nabi kita orang Arab. Ka'bah juga ada di Arab. Saking bencinya dengan tanah Arab, banyak munafiqun menyebut orang Arab dengan sebutan Onta. Naudzubillah.

Bagi para pembenci tanah kelahiran nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa sallam, sebaiknya baca dengan seksama hadits berikut ini jika anda masih mengaku sebagai muslim dan pengikut nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa sallam.

سَلْمَانَ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا سَلْمَانُ لَا تَبْغَضْنِي فَتُفَارِقَ دِينَكَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَبْغَضُكَ وَبِكَ هَدَانَا اللَّهُ؟
.قَالَ: تَبْغَضُ العَرَبَ فَتَبْغَضُنِي

Artinya: Dari Salman Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,’Wahai Salman, janganlah engkau membenciku, dengan begitu maka engkau akan meninggalkan dien-mu’. Aku berkata,’Wahai Rasulullah, bagaimana aku membenci paduka sedangkan melalui paduka Allah memberi petunjuk kepada kami?’ Rasulullah bersabda,’Engkau membenci Arab, maka engkau membenciku'”.

(Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan gharib)

Berdasarkan hadits tersebut, berarti orang yang membenci bangsa Arab secara umum, akan membenci Nabi Muhammad Saw. Jadi hati-hatilah dalam bersikap dan menaruh kebencian.
Mengapa Orang Kafir Akan Tetap Masuk Neraka Meskipun Baik Hatinya?

Diposkan oleh On 8:58:00 AM with No comments

Mualaf Bersyahadat
Ada seorang kawan bertanya, "Apakah Allah itu adil? Mengapa orang-orang baik seperti si Fulan akan dimasukkan ke neraka oleh Allah gara-gara dia kafir?"

Mungkin anda juga pernah mendapatkan pertanyaan seperti pertanyaan tersebut. Apakah benar Allah tidak adil? Mana mungkin Allah tidak adil. Yang biasa bertindak tidak adil adalah makhluknya. Allah itu Maha Adil dan Bijaksana. Dan keadilan Allah Subhanahu wa Ta'ala itu sempurna.

Menanggapi pertanyaan di atas, saya teringat video ceramah Zakir Naik saat mendapatkan pertanyaan yang hampir sama dengan pertanyaan tersebut di atas. Mengapa Allah memasukkan orang kafir ke neraka, padahal di antara mereka ada yang baik hatinya, suka menolong, suka memberi, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Apakah Allah benar-benar adil?

Benar. Allah itu Maha Adil dan keadilan-Nya Maha Sempurna.. Jika Allah juga memasukan orang kafir ke surga justru ini merupakan sesuatu yang tidak adil. Coba anda bayangkan, seandainya ada seorang pemuda cerdas tiap hari datang ke kampus untuk mendengarkan materi kuliah dari dosen, namun dia bukan sebagai mahasiswa, hanya saja dia suka belajar. Dia tidak mendaftar sebagai mahasiswa dan tidak pernah membayar biaya kuliah sepeserpun.

Dia hanya ikut-ikutan datang ke kampus untuk belajar tanpa menyandang status sebagai mahasiswa di kampus itu. Lalu apakah adil jika dia nanti ikutan diwisuda? Justru sangat tidak adil jika dia bisa meraih gelar sarjana dan bisa wisuda. Karena untuk bisa meraih gelar sarjana tidak cukup hanya belajar dengan mendengarkan materi kuliah dari dosen. Ada persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh seorang mahasiswa.

Orang kafir akan tetap masuk neraka meski dia baik hati dan suka menolong. Karena untuk bisa masuk surga harus punya kuncinya, dan kuncinya adalah kalimat tauhid Laa ilaha illallah.

Supaya amal kebaikan bisa diterima oleh Allah, syaratnya harus bertauhid dulu. Ucapkan dua kalimat syahadat. Asyhadu anlaa ilaha illallah wa asyhaadu anna muhammadan Rasulullah.

Tanpa dua kalimat syahadat, seseorang belum bisa dikatakan sebagai muslim. Dia selamanya berstatus sebagai kafir meskipun dia berhati malaikat sekalipun.Status itu baru akan berubah jika sudah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Inilah keadilan Allah Subhanahu Wa Ta'ala..