Followers

Update Terbaru

Ini dia Tabiat Setan Berwujud Manusia

Diposkan oleh On 9:25:00 PM with No comments

setan jin
Memang benar bahwa setan itu ada dua jenis, yaitu setan dari jenis jin dan setan dari jenis manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin." (Al-An'am: 112). Kalau setan dari jenis jin insya Alloh gampang mengusirnya. Sangat mudah menangkal serangan-serangannya dengan cara berdoa dan membaca Al Qur'an dengan penuh keimanan.

Namun jika setan itu berasal dari kalangan manusia, tampaknya agak merepotkan dan tidak bisa diusir dengan bacaan-bacaan doa. Lalu siapakah setan di kalangan manusia yang punya kekebalan terhadap bacaan doa itu? Siapa lagi kalau bukan manusia-manusia berperangai jahat. Merekalah manusia yang menyeru pada jalan-jalan kesesatan. Ngajak bermaksiat atau melanggar aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Mereka tak bosan-bosannya menghasut orang-orang yang berusaha menjadi baik, agar bisa serupa dengan mereka dalam hal perbuatan. Terhadap orang yang terlihat agamis dan komitmen terhadap ajaran Islam, mereka sering melontarkan kata-kata, "ah, jangan munafik lah!", "Sok suci", "pikirannya sangat picik", "kuno", "kampungan", "kolot" dan lain sebagainya. Dan ketika ada pemuda yang agamis tapi akhirnya berbuat dosa, maka mereka akan merasa senang luar binasa. Hingga munculah istilah-istilah baru dari mulut setan-setan berwujud manusia ini, diantaranya, "kemunafikan berkedok agama".

Tidak hanya itu, bahkan para setan itu tak segan-segan mengolok-olok orang yang melakukan perbuatan halal namun haram versi mereka. Contohnya, kasus poligami para ustadz. Dan menurut mereka poligami itu perbuatan keji, sementara zina dan perselingkuhan dianggap sebagai sesuatu yang wajar, dengan kata lain tidak mengapa menurut mereka.Astaghfirulloh.

Dari sedikit uraian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa diantara ciri setan berwujud manusia itu antara lain :
1. Selalu mengajak pada kemunkaran
2. Mengolok-olok manusia yang berbuat baik
3. Setiap orang yang religius akan dicap munafik, sok suci, dll
4. Merasa bangga jika ada orang yang agamis akhirnya berbuat dosa. (misalnya korupsi).

Kalau membicarakan tentang watak setan berwujud manusia rasanya tak akan ada habisnya. Karena para pengikut setanisme akhir-akhir ini semakin banyak dan sulit diluruskan. Mudah-mudahan kita tidak terlibat dalam melakoni watak setan dalam kehidupan ini. Biarlah dibilang munafik ketika kita berusaha menjadi orang baik, karena pada dasarnya kata-kata itu hanya olokan saja untuk menggoyahkan azzam kita. Kita berdoa agar Allah SWT menganugerahi kita keistiqomahan hingga akhir hayat kita.Amiin.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »