Followers

Update Terbaru

Kenapa Anak Menjadi Preman Jalanan?

Diposkan oleh On 9:07:00 PM with No comments

preman kampung
Preman
Anda pernah melihat orang-orang seperti gambar di atas? Pasti pernah deh. Dan bagaimana perasaan anda seandainya mereka adalah anak-anak anda? Bangga atau prihatin? saya yakin jika anda termasuk orang tua yang baik, pasti anda akan merasakan prihatin dan perasaan sedih berkepanjangan demi mengetahui kondisi anak yang jauh dari kesan Shalih.

Mereka adalah para preman jalanan yang hidup dalam dunia hitam pekat tanpa cahaya. Padahal dulu ketika mereka masih menjadi anak-anak, mereka begitu lucu dan menggemaskan layaknya seorang anak kecil pada umumnya. Orang tuanya pasti punya harapan bahwa kelak anak-anak ini akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan bangsa. Akan menjadi orang yang menjadi kebanggaan bagi orang tuanya, dan harapan-harapan kebaikan lainnya.

Mayoritas orang tua pasti punya harapan seperti itu. Dan selalu berdoa supaya anak-anak mereka mejadi anak shalih di masa depannya. Namun, jika akhirnya anak yang dibanggakan itu ternyata jadinya seperti pada gambar di atas. Sungguh ini merupakan musibah besar. Lantas kenapa hasilnya bisa seperti itu? Inilah pertanyaan yang sangat bagus dan layak mendapatkan jawabannya.

Musibah ini terjadi bukan tanpa sebab. Karena segala sesuatu terjadi harus melalui sebab, meskipun yang namanya hidayah itu hanya Allah yang mengatur. Dan taqdir juga Allahlah yang mengatur, tapi semuanya ada sebab-sebab untuk menuju taqdir Allah tersebut. Begitu juga dengan musibah punya anak preman, pasti ada sebab-musababnya. Dan sebabnya ada dua faktor ; 1.Salah Asuh dan 2. Doa yang tidak diijabah.

1. Salah Asuh

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani atau Majusi.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Siapakah yang mendidik anak-anak selama ini? Apakah para orang tua sudah benar dalam mendidik anak? Rata-rata orang tua sibuk dengan pekerjaannya. Dan pendidikan anak lebih banyak diserahkan pada lingkungan. Diserahkan pada televisi, diserahkan pada pergaulan buruk bersama teman-temannya. Dan lain sebagainya. Maka wajar jika anak tumbuh dan berkembang berdasarkan hasil didikan lingkungannya.

2. Doa yang tidak diijabah
Sudahkah para orang tua rajin mendoakan anak-anaknya? Jika sudah, apakah para orang tua memberikan makanan pada anak dari rizki yang benar-benar halal? Jika anak-anak kita beri rezeki sesuatu yang mengandung unsur haram, maka jangan heran jika doa-doa kita sulit dikabulkan. Jangan kaget jika anak-anak sulit untuk didoakan menjadi baik. Naudzubillahi min dzalik.

Saya kira dua hal itu saja yang patut menjadi renungan kita bersama. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari musibah memiliki anak-anak yang durhaka.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »