Followers

Update Terbaru

Salah Satu Cara NU Memberantas Ajaran Syiah

Diposkan oleh On 11:07:00 AM with No comments

Pembacaan dzikir dan puji-pujian antara adzan dan iqomah merupakan kegiatan yang masih pro kontra di kalangan ulama. Ada yang menganggapnya bid'ah hasanah, namun ada yang menganggap bid'ah yang terlarang.

Pendapat yang pro :
Saya ambil dari pendapatnya KH Muhyiddin Abdusshomad (Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember) :
Pertama, Membaca dzikir dan syair sebelum pelaksanaan shalat berjama’ah, adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan. Anjuran ini bisa ditinjau dari beberapa sisi.
Pertama, dari sisi dalil, membaca syair di dalam masjid bukan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat juga membaca syair di masjid.
Kedua, dari sisi syiar dan penanaman akidah umat. Selain menambah syiar agama, amaliah ini merupakan strategi yang sangat jitu untuk menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Karena di dalamnya terkandung beberapa pujian kepada Allah SWT, dzikir dan nasihat.
Ketiga, dari aspek psikologis, lantunan syair yang indah itu dapat menambah semangat dan mengkondisikan suasana. Dalam hal ini, tradisi yang telah berjalan di masyarakat tersebut dapat menjadi semacam warming up (persiapan) sebelum masuk ke tujuan inti, yakni shalat lima waktu.
Keempat, untuk mengobati rasa jemu sembari menunggu waktu shalat jama’ah dilaksanakan.

Pendapat yang kontra : 
Untuk pendapat yang kontra, biasanya memandang ada efek negatif dari pelaksanaan kegiatan ini, diantaranya :
Pertama, Orang yang melakukan shalat sunnah sangat terganggu dengan suara-suara itu sehingga shalatnya tidak khusyu’.
Kedua, Pelakunya hanya akan senda gurau dengan amalan ini. Padahal waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang sangat mustajab. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Doa yang tidak akan ditolak: antara adzan dan iqamah.” (HR. Ahmad dari Anas bin Malik)
Ketiga,. Hal ini persis dengan amalan Nashrani berupa lagu-lagu gereja yang dinyanyikan sebagai ibadah (menurut mereka) padahal syariat Islam melarang kaum muslimin untuk bertasyabbuh (meniru) perbuatan orang-orang kuffar.
Keempat.  Kadang ada sholawat-sholawat bid`ah yang didendangkan
=================================================
syiah bukan islam

Terlepas dari adanya pro dan kontra mengenai kegiatan dzikir dan puji-pujian antara adzan dan iqomah tersebut, sebenarnya kegiatan ini punya sejarah tersendiri. Sebagaimana dituliskan oleh Kiyai Muhammad Idrus Ramli dalam blognya www.idrusramli.com sebagai berikut :
Sebelum Sultan Shalahuddin al-Ayyubi menguasai Mesir, selama dua ratus tahun lebih Mesir dan sekitarnya dikuasai oleh Dinasti Fathimi yang beraliran Syiah Isma’iliyah. Dinasti Fathimi menyebarkan ajaran Syiah Ismailiyah melalui mesin kekuasaan. Setelah Sultan Shalahuddin al-Ayyubi menguasai Mesir, maka seluruh daerah Mesir dan Syam, yang meliputi Syria, Lebanon dan Palestina, berada di bawah kekuasaanya, setelah mengusir pasukan Salibis Kristen dari Baitul Maqdis di Palestina.

Untuk memberantas ajaran Syiah Ismailiyah yang dianut oleh banyak penduduk Mesir dan Syam, Sultan Shalahuddin memerintahkan para muadzin untuk membacakan kitab al-‘Aqidah al-Mursyidah, sebuah nazham yang ditulis oleh Ibnu Hibatillah al-Makki, isinya tentang Akidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah sesuai dengan madzhab al-Asy’ari. Dengan membacakan kitab tersebut setiap malam, Sultan Shalahuddin berhasil memberantas ajaran Syiah dan menyebarkan ajaran Ahlussunnah Wal-Jama’ah. (Syaikh Abdul Aziz  al-Tsa’alibi, al-Risalah al-Muhammadiyyah, hal. 140).
Dari keterangan sejarah tersebut, tampak jelas bahwa acara dzikir dan puji-pujian pada zaman dulu dimaksudkan untuk menolak atau memberantas keberadaan Syiah. Adapan masyarakat di Indonesia sekarang (Yang sebagian besar warga Nahdliyin/NU) masih meneruskan kegiatan ini sebagai tradisi.

Demikianlah uraian singkat tentang maksud dan tujuan dari adanya dzikir dan puji-pujian antara adzan dan iqomah. Itu berarti sudah sejak dulu masyarakat Nahdliyin menolak ajaran Syiah. Jika ada warga nahdliyin kok membela syiah, kemungkinan yang bersangkutan bukan warga nahdliyin murni. Bisa jadi orang Syiah yang sedang bertaqiyah menyamar jadi warga Nahdliyin atau warga Nahdliyin yang terkontaminasi dengan ajaran Syiah. Semoga kita semua terhindar dari keburukan dan kesesatan ajaran Syiah.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »