Followers

Update Terbaru

Ijinkan Aku Menikah Dengan Lelaki Itu

Diposkan oleh On 3:49:00 AM with No comments



       Hari ini pertama kalinya aku diajak ayah untuk melihat proyek yang sedang dibangun dikota Bogor.
Penampilanku memang tidak menarik walaupun aku putri Direktur perusahaan .
Ayahku selalu menyuruh untuk merubah penampilanku yang seperti nenek nenek tak enak jika dipandang.
Membuat setiap orang risih jika melihatku.
Tapi aku hanya bisa tersenyum pada ayah , mungkin beliau merasa malu jika putrinya demikian .Tapi aku lebih takut jika berpenampilan tak karuan .

     Alhamdulillah kami sampai di lokasi proyek yang sedang dibangun. Ku melihat para pegawai begitu giat dan rajin, mereka memberi salam pada ayah setiap berpapasan dengan beliau .

      Tak lama kemudian seorang pemuda menghampiri ayah dan bersalaman .

"Apa kabar nak Rio ...tanya ayah
"baik om alhamdulillah ....jawab Rio
"bagaimana dengan perkembangan produk baru ayahmu .....ayah kembali bertanya
"lancar lancar saja om...jawabnya
"ini loh Marsha yang om ceritakan pada mu.....
"oh ,kenalkan aku Rio ..ucap Rio dengan mengulurkan tangan.
Tapi aku menolak untuk berjabat tangan ,
hanya bisa ku menundukkan kepala .
dan mengucapkan maaf , syukurlah Rio mengerti maksudku.

     Siangpun tiba matahari begitu tepat di atas kepala, mandor pembangunan menyuruh kami untuk masuk dan mempersilahkan kami istirahat .
Aku pandang dari kejauhan, para pekerja pembangunan yang sedang beristirahat dengan segelas es mereka saling bercanda tawa .Tapi pandanganku tertuju pada seorang pemuda , ku lihat dia mengambil segelas es dan kemudian pergi duduk sendirian ,ku amati dia dan mataku sangat ingin tahu apa yang sedang ia kerjakan disana.

    "Marsha ...!! seru ayah.
"iya ...ayah,maafkan Marsha ya ......senyumku manis pada ayah
"kenapa sayang ....adakah yang aneh dari para pekerja ....tanya ayah padaku
"oh tidak ayah , aku hanya ingin melihat wajah wajah mereka penuh semangat yah ...jawabku.

           Tak lama kemudian , ku dengar adzan berkumandang , aku izin pada ayah ingin pergi ke mushola disamping proyek .Dan ayah menyuruh Rio untuk menemaniku .Sungguh aku malu, tapi sudahlah dari pada jalan sendirian .

         Rio mengantarku ke mushola dan aku dapati di mushola pemuda tadi .
MasyaAllah suaranya merdu yang melantunkan ayat Allah.
Aku suruh Rio untuk sholat tapi dia begitu sibuk dengan hp ditangannya .
Aku masuk mushola dan mengerjakan sholat .Selesai aku sholat ternyata pemuda tadi telah pergi, segera aku mengajak Rio kembali .

          Sampainya disana aku dapati pemuda tadi dengan giatnya membangun proyek penuh semangat dan sangat cekatan .
Aku tanya pada pak mandor .
"maaf Pak ,boleh tanya ...ucapku ke Pak Mizan
"Oh neng Marsha , silahkan Neng ada apa ...jawab Pak Mizan
"pemuda itu sudah lama kah bekerja dengan Bapak ?...tanyaku .
"Dia Indra neng, belum lama sih ,sekitar dua bulan ,kenapa neng memangnya ?...tanya Pak Mizan
"ga Pak ,cuma tanya , terimakasih ya Pak...jawabku sambil pergi.
Aku terus mengamati pemuda tadi ternyata namanya Indra .

        Telah tiba waktu sore ,ayah mengajakku pulang .Alhamdulillah begitu melelahkan kegiatan di proyek , tapi aku bangga dengan ayah, beliau tidak mengenal lelah demi kebahagiaan putri tunggalnya ini.
Sesampainya di rumah aku siapkan makan malam buat ayah, karna ibuku memang telah lama meninggalkan kami berdua .Semoga beliau bahagia di SyurgaNya.

"Marsha sayang ,bagaimana menurmu nak Rio ....tanya ayah dengan wajahnya yang penuh lelah.
"hemm ... Rio baik ko yah orangnya ....jawabku ke ayah penuh ramah.
"Iya sayang , ayah ingin sesegera mungkin kau menikah dengannya ...ucap ayah ke aku
"ya Allah ...jawabku dengan kaget .
Ayah, sebaiknya setelah ini langsung istirahat ya ,kelihatanya ayah begitu lelah ....

           Setiap dua hari sekali ayah selalu mengajakku melihat lihat proyek itu.
Kali ini aku berpandangan langsung dengan Indra saat menyediakan air minum .MasyaAllah wajah yang penuh keimanan terlihat dari kedua matanya , aku langsung menundukkan pandangan dan seperti biasa setelah Indra mengambil jatah makan dia langsung pergi dan duduk seorang diri .Ku tak pernah lelah mengamati apa yang ia lakukan, berbeda dengan para pekerja yang lain saat waktu istirahat mereka berbincang dan saling bercanda .Sedangkan Indra aku lihat dia sibuk membaca mushaf kecilnya yang selalu ia bawa .

Setelah yang sekian kalinya aku mengunjungi proyek, sekian kalinya juga aku selalu temui kegiatan yang sama apa yang dilakukan Indra .Hati ku mulai tergerak untuk mengetahui latar belang pemuda itu.
Hanya satu orang yang bisa membantuku ,beliau pak Mizan .
Setiap kali aku bertemu Pak Mizan aku menanyakan keseharian Indra dan dari kalangan keluarga bagaimana .
Alhamdulillah aku dapatkan informasi yang tidak mengecewakan .Memang Indra tidak begitu tampan dan tak menarik hati seorang wanita idaman .
Tapi hatiku telah terbuai oleh sifatnya yang penuh keimanan.

       Menjelang hari pertemuanku dengan keluarga Rio,aku sangat hawatir dan tak tenang .Perjodohan dengannya tak pernah ku harapkan .Aku mencoba minta pengertian pada ayah, tapi aku tak tega melihat beliau yang sudah terlalu sayang pada Rio .

"Ayah ,apakah kau menginginkan putrimu bahagia dunia sampai ke Syurga ......tanyaku pada ayah
"Tentu saja Marsya sayang , kenapa kau bertanya demikian
"Marsya hanya ingin dinikahi seorang lelaki yang kaya iman , takwa dan kaya akan pemahaman agama .Marsya tak menginginkan rumah megah di dunia yang dibangun dari miliyaran rupiah .Marsha Ingin istana di Syurga yang di bangun oleh lelaki soleh .Ayah ,itulah kebahagiaan yang Marsha inginkan ....jawabku dengan memeluk ayah penuh pengharapan .
"Ijinkan aku menikah dengan lelaki itu " .....lanjutku dengan melepas pelukan ayah.
Ayah sangat terharu dengan pilihanmu , dan ayah merelakanmu sayang berbahagia dengan lelaki yang kau maksudkan .....jawab ayah penuh tetesan airmata .

         Esok harinya ayah mengundang makan malam Pak Mizan dan beberapa pekerja proyek .Dan Indra juga hadir dalam undangan makan malam itu .
Sejak awal aku telah jelaskan sifat dan kepribadian Indra dan Alhamdulillah ayah mengerti maksudku pada Indra.

Aku hanya diam termenung didapur saat ayah berbincang dengan para pekerjanya.
Setelah acara selesai ayah memanggilku tapi aku terkejut ketika didepanku Indra dan Pak Mizan masih di ruang tamu.

"Nak Indra perkenalkan ini Marsya , putry bapak ...
"MasyaAllah ....jawab Indra .
"Ahlan neng Marsha ...Saya Indra ....ucap indra padaku.

MasyaAllah ,begitu berbeda dengan lelaki yang lain , dia menundukkan pandanganya saat memperkenalkan diri padaku.

Setelah Pak Mizan dan Indra kembali pulang.
Ayah melanjutkan obrolan denganku .
Tanpa berpikir panjang beliau merestui Indra untuk menjadi suamiku.
Ahirnya Allah takdirkan jodoh yang selama ini aku harapkan .

==========================

Terkadang wanita memilih intan permata didunia tapi lupa akan Istana di Syurga.

Wahai muslimah tetaplah menjadi perhiasan terindah dan jangan pernah tergoda akan dunia .
by:anggun

#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »