Followers

Update Terbaru

Ketika Hati Harus Memilih

Diposkan oleh On 3:57:00 AM with No comments

hati cinta
Ketika Hati Harus Memilih

       Beberapa tahun silam, aku memiliki seorang kekasih. Dia cantik dan pintar, begitu besar rasa sayangku padanya, kami tinggal di satu desa, sampai pada akhirnya keluarga dia memutuskan pindah ke luar kota.
Memang aku merasa kehilangan dia begitu pula sebaliknya, tapi kami tidak pernah putus kontak. Walaupun dia sudah pindah ke luar kota, aku selalu menanyakan kabarnya. Setelah beberapa minggu, dia tidak pernah membalas smsku ataupun mengangkat telephonku. Sungguh aku mengkhawatirkannya, apa yang terjadi pada kekasihku di jauh sana.
          Setiap hari aku menantikan pesan darinya, tapi tak pernah ada. Hatiku mulai merindukannya, kerinduanku sungguh mendalam. Hanya bisa ku pandangi album foto foto kami berdua. Kenangan indah saat-saat dia didekatku.
Ternyata aku mulai merasakan bahwa aku benar benar telah kehilangan dia, entah kenapa aku masih tetap menyayanginya.

         Hari demi hari ku lalui dalam rasa rinduku pada kekasih pujaan, sampai ibu sungguh mengkhawatirkan keadaanku yang jarang makan dan sering sakit sakitan.

"Nak, sekiranya ibu bisa membantumu sungguh ibu akan lakukan......ucap ibu padaku dengan keprihatinan

"bu, aku benar benar merindukan vina....jawabku dengan menatap mata ibu

Esok harinya, aku terkejut karna ibu datang dengan seorang gadis, kemudian ibu memperkenalkan gadis itu padaku.

"Nak, ini Rina....putrinya teman ibu....Kata ibu penuh senyum
"iya bu ....jawabku dengan nada lemah
"Ririn akan tinggal bersama kita untuk beberapa waktu nak, karna papanya akan pergi ke luar kota, beliau tidak ingin Rina sendirian, dan mempercayai ibu untuk menjaganya....ucap ibu bermaksud izin padaku.
"iya bu ...jawabku dengan meningalkan mereka.

Maaf kan Fikri ya dek Rina, dia memang sifatnya begitu....
Iya bu, tidak apa apa dan aku sangat berterimakasih pada ibu dan juga ka Fikri, karna memberikan izin pada Rina.

       Suara adzan subuh menggema, dan aku mendengarkan bisikan lirih yang membangunkanku,
"Kak Fikri, ayo bangun ka, sholat subuh dulu .....ucap Rina membangunkanku
Tapi sungguh aku tak perduli, dan akupun melanjutkan tidur lelapku.
Sampai pukul delapan pagi, aku baru bangun dan kesiangan untuk pergi bekerja .
            Dengan terburu buru, aku langsung menuju kamar mandi dan bersiap siap pergi kerja, hemm ....alhamdulillah meja makan telah penuh hidangan.Tapi aneh ya, ibuku ga pernah memasak seperti ini.
Aku duduk dan menikmati sarapan pagi dengan terburu buru.Saat ibu melihatku yang sedang lalap makan, kemudian beliau berkata
"pelan pelan nak ......nikmatilah makanan dengan penuh syukur pada Nya.
"he he ..iya bu, karna aku telat bu .....jawabku....
Tak lama kemudian Rina keluar dari dapur dan membawa segelas susu untukku.
hemm ...hatiku mulai tersentuh atas kebaikanya.
Kemudian aku pamit pada ibu, untuk pergi ke kantor dan memang jam menunjukkan aku benar benar telat .
ok ..lah bu, aku berangkat ya ...
Iya nak, hati hati..tawakal 'alallah ya..senyum ibu penuh doa.

       Tepat pukul tujuh malam aku pulang dari kantor, perut ku mulai berdemo meminta jatah makan. Begitu aku masuk rumahku, ku mendengar suara indah lantunan alqur'an...gemetar hatiku, Ya Tuhan siapa gerangan ....MasyaAllah ternyata Rina dan Ibu sedang membaca alqur'an .

"Assalamu'alaikum bu,...aku mengucapkan salam
"Wa'alaikumussalam nak ....Alhamdulillah kau sudah kembali jawab ibu
"Ayo nak sana ganti pakean dan langsung makan malam ya .
Karna dek Rina sudah menyiapkan makan malamnya....lanjut ibu.

Kami bertiga menikmati makan malam bersama dan kali ini aku sudah bisa mulai memberikan senyuman pada Rina
Memang hanya senyuman tanda terimakasihku, karna dia begitu baik pada kami.

Setelah beberapa hari Rina tinggal dirumahku, aku mulai sudah bisa tersenyum dan bersemangat kembali dalam kegiatanku.
         Tiga minggu lamanya Rina tinggal dirumahku, sekarang dia meninggalkan banyak kenangan. Dari mulai rasa khas masakannya sampai suara lembutnya saat membangunkanku sholat subuh .Apa lagi suara merdu Rina ketika membaca alqur'an.
Kenapa aku mulai memikirkan kebaikan kebaikan Rina, tapi hatiku masih menyimpan rasa cinta pada Vina, gadis yang sangat aku sayang.
"Fikri ...!! ....ibu mengagetkanku dari lamunan.
"oh iya bu.....heehe ..."kenapa nak ..?
"ga apa apa bu....
"bagaimana kalau hari libur, kita ke rumah Rina ....saran ibu penuh harap.
"Oh..boleh bu ....jawabku

Ternyata ibu sangat menyayangi Rina walaupun dia tak secantik Vina, tapi ibu berkata bahwa Rina itu mempunyai ciri ciri istri yang sholehah, ramah dan pemalu.
Aku mengerti maksud ibu, beliau menginginkan Rina sebagai calon menantunya.

      Saat hari libur tiba, aku sudah siap mengantar ibu berkunjung ke rumah Rina.
Dan pada ahirnya ibu bersama papanya Rina bersepakat menjodohkan kami.
Rina setuju akan perjodohan ini, tapi aku meminta waktu untuk memutuskn kesepakatan mereka.
Hatiku masih belum bisa tergantikan oleh siapapun, hanyaVina dan Vina yang selalu aku cinta.
Setelah dua minggu aku memikirkan perjodohan ini, aku pun menyetujui perjodohan kami. Karna betapa besarnya kebaikan kebaikan Rina pada ibu.

Ketika hari dimana aku akan pergi ke rumah Rina, aku melihat sosok gadis yang tak asing bagiku.
Aku langsung berhenti dan turun dari mobilku.
Ku hampiri gadis itu, ternyata dia Vina. Aku begitu bahagia saat bertemu dengannya dan Vinapun demikian,ku peluk Vina dan ku hapus airmatanya.
"maafkan aku sayang, begitu lama aku pergi tinggalkanmu, tapi taukah kau, aku datang untuk mencarimu .....ucap Vina dengan deraian airmata.
" Maafkan aku Vina sayang, hatiku memang sangat mencintaimu, tapi......
"Tapi kenapa ?....tanya vina 
"Tapi hari ini aku akan meminang seorang gadis pilihan ibu ....jawabku penuh kesedihan...
"Pergilahhhh ...!!!! dan menikahlah dengannya .....jaeab Vina marah dan kesal dengan pergi meninggalkanku.
Sangat sulit bagiku memilih diantara mereka, hati sangat mencintai Vina tapi aku tak pernah lupa akan kebaikan kebaikan Rina padaku juga ibu.
Aku juga tidak ingin melihat ibuku bersedih karna keputusan aku batalkan.
Tapi sekarang, aku benar benar memutuskan untuk memilih Rina yang telah menemani kesunyian hatiku saat kehilangan Vina.

===========================

Ketika hati harus memilih antara kebahagiaan sendiri atau kebahagian oranglain.
Sungguh egoisnya hati, Jika lebih memilih kesenangan pribadi.

by: anggun

#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »