Followers

Update Terbaru

Tunggu Aku Di Syurga Wahai Jelita

Diposkan oleh On 6:13:00 PM with No comments

cinta


Cinta Karena Allah
 
      Aku Heri ,seorang aktifis dakwah dan mengajar disebuah pesantren Dakwah, dimedia sosial aku mencoba menyebarkan sebagian dakwahku dan itu aku lakukan tidak lain semata karna Allah swt..

     Selama aku berdakwah memang tak ada kendala ,dan seringnya diterima oleh para pembaca, tapi keanehan mulai menyelimuti hatiku setelah seorang akhwat datang dalam setiap status dakwahku. Bermula dari komentar komentarnya yang membuat aku penasaran dan kagum pada dia.

     Aku coba mencari cari informasi tentangnya dan alhamdulillah aku bisa langsung hubungi orangtuanya. Namanya Muna, dan sejak saat itu aku mulai menjalani ta'arufan dengannya. Muna gadis baik dan sopan,catik dan baik hati dan isyaa Allah dia gadis yang sholeha masyaAllah sungguh aku kagum di buatnya.

     Aku berniat menghitbah Muna dan alhamdulillah diapun menyetujuinya ,ternyata dalam diamnya Muna sering memohon pada Allah di setiap do'anya agar Allah perkenankan hatiku untuknya,MasyaAllah Cintanya dalam Doa.

     Namun Sangat disayangkan ,aku harus menunggu dan memberikannya kesempatan untuk menyelesaikan kuliahnya yang tinggal setengah tahun lagi.

     Setiap hari Muna selalu menanyakan kabarku dan sebaliknya ,tapi ku tak berani mengirim pesan lebih dari itu walaupun kami telah bertunangan. Aku ingin hubungan ini benar benar suci sampai waktu yang telah ditentukan.

     Selang satu minggu tidak ku lihat pesan darinya ,aku mulai hubungi orangtuanya dan beliau berkata Muna baik baik saja. Padahal aku ingin mengabari bahwa aku akan mengajar dan tinggal di pesantren selama satu bulan .
Dan sengaja tidak akan membawa ponselku, Selama aku dipesantren hatiku mulai gelisah dan slalu memikirkan Muna ah... Apa yang terjadi dengannya ???....., Sahabatku yang tinggal satu kos denganku sempat mengabariku bahwa Muna sangat mengharapkan kehadiranku,Tapi aku tidak bisa menemuinya karna terikat oleh tugasku di pesantren.

     Benar saja ,ketika aku pulang ke tempat kosku kudapatkan puluhan sms dan panggilan tak terjawab dari Muna,Satu satu sms ku buka dan ku baca .

Assalamu'alaykum Kanda.
Saat ku merindukanmu,kuhanya mampu meluapkannya dalam setiap doaku,dan ketika ku ingin berada didekatmu,aku hanya bisa membayangkan indahnya syurga bersamamu.
Kanda,aku akan menantikan dirimu disyurgaNya, Semoga Allah menjodohkan kita disana.
Mengapa aku menantimu di syurgaNya.
Karna hari ini aku akan kembali kehadapan Robbku.

Kuhapus tetesan airmata saat menulis pesan ini,dan mencoba menggambarkan senyuman manis untukmu,
karna ku tak ingin kau sedih saat kau tahu ku akan pergi dari dunia ini,Namun percayalah bahwa kita akan bersama dalam SurgaNya, inni uhibbuka fillah.

     Tak kuat rasanya menahan derain airmata ini Setelah membaca pesan pesan Muna,Aku langsung hubungi orangtuanya dan beliau mengatakan bahwa Muna telah mengidap kangker otak sejak lama sehingga harus melakukan oprasi ,tapi satu jam sebelum oprasi Muna sudah meninggalkan kami.

     "Muna saat itu sangat mengharapkan kehadiran nak Heri dan Kami berusaha menghubungimu tapi sangat sulit"
Demikianlah orangtua Muna memberikan penjelasan padaku dengan penuh kesedihan dan hati yang begitu hampa.
Aku memang menyesal ,tidak mengetahui apa yang terjadi dengan calon istriku,bahkan dihari terahirnyapun aku tidak berada di sampingnya.

     Muna adalah wanita sholeha dan berahlak karimah,sabar dan terus berjuang melawan deritanya,Teringat pesan singkatnya yang menantikanku diSyurga menjadikanku lebih semangat dalam mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Wahai Jelita Tunggu aku diSyurga.

     Saat ini ku mulai menyadari bahwa menghargai seseorang yang kita sayang itu perlu. Sekalipun hanya sepatah kata,maka jangan acuhkan dia,Sungguh kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya .

      Hari ini dia berada disamping kita dan kitapun berada didekat nya. Curahkanlah sedikit perhatian untuknya, dan berdoalah pada sang pemilik hati mintalah kepadaNya agar hatinya di tetapkan hny untukmu seorang, begitulah indahnya islam mengajarkan kita dalam berkasih sayang. (by Anggun)

#cerpenfiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »