Followers

Update Terbaru

Akulah Anakmu

Diposkan oleh On 1:41:00 AM with No comments

Pencarian Ayah

   Cerita ini ku persembahkan untuk para orangtua dan khusus pembaca jangan nangis ya ...hehe ...
Hikz...hikz (padahal aku sendiri nulisnya sambil mewekkkk ).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seperti biasa terlihat disudut jalan depan rumah mewah milik seorang pengusaha, duduk seorang anak kecil dengan peralatan semirnya yang sederhana, menantikan siapa saja yang meminta jasanya untuk menyemirkan sepatunya.

Sekitar pukul delapan pagi, anak itu sudah duduk di sudut jalan depan rumah itu, tak lama kemudian lelaki pemilik rumah keluar dengan terburu buru dan menghampiri anak kecil itu.

Lelaki : Hai bocah !.. cepat semir sepatuku.
Anak : Dengan senang hati Tuan.
Lelaki : Cepat...cepattt.!!..
Anak : Kenapa Tuan terburu-buru.
Lelaki : Kamu itu serangga, dan serangga tidak bicara dengan raja
Anak : Tapi aku makhluk Allah, dan diciptakannya sebaik baiknya ciptaan.
Lelaki : Kalian itu sampah negara !.
Anak : Jangan takabbar, Allahu Akbar
Lelaki : Diam kamu, atau aku tampar.!!..
Anak : Baik tuan...tapi aku punya satu pertanyaan ?...
Lelaki : cepat ngomong !! karna aku tak ada waktu.
Anak : Apakah Tuan mempunyai anak seumuranku ?...
Lelaki : Iya, tapi sudah lama tak pernah ku berjumpa dengannya.
Anak : Apakah Tuan menyayanginya.
Lelaki : Jangan kau mengungkit-ungkit kesedihan masa laluku
Anak : Sekali lagi, apakah Tuan menyayanginya ?..
Lelaki : Apa urusanmu?..
Anak : Terahir kalinya, apakah kau menyayangi anakmu yang hilang itu ?...
Lelaki : Seandainya saja aku bisa bertemu dengannya.
Anak : Aku anakmu !!!
Lelaki : ha ha ha ....anak kami tidak hidup dalam kefakiran seperti kalian.
Anak : Demi Allah akulah anakmu.
Jawab lelaki sombong dengan memukulkan kakinya ke wajah anak itu .
" jangan pernah berkata lagi !.
Dengan penuh cucuran airmata dari mata kecilnya anak itu mengatakan.
"Sungguh kaulah ayahku.
Lelaki : Bagaimana kamu yakin itu ?
Anak : Satu tahun lalu sebelum ibuku meninggal, beliau mengantarku ke sini dan menunjukkan bahwa rumah ini, rumah ayahku. Setiap pagi aku duduk dijalan depan rumahmu dan menantikanmu keluar untuk menyemirkan sepatumu sebagai bukti baktiku pada orangtua.
Lelaki : Siapa ibumu
Anak : Ibuku yang telah diusir oleh istri mudamu ketika dia tahu kalau beliau sedang mengandungku.
Lelaki : Dan apa lagi ?.
Anak   : Kau mempunyai tanda goresan dipunggungmu.
Lelaki : Kamu ...kamu...kamu...!!!
Anak   : Bagaimana kau akan tahu namaku, sedangkan kau tak mengenalku
Lelaki : Siapa namamu wahai anakku ?..
Anak : Namaku seperti namamu
Lelaki : Kenapa demikian?..
Anak : untuk mengetahui dimana ayahku, setiap kali seseorang memanggilku jika ada lelaki yang ikut menoleh karena nama itu, maka aku akan lebih mudah dalam menemukan ayahku.
Lelaki : Di mana ibumu ?..
Anak   : Ibu telah meninggal dan beliau berpesan agar aku mencari ayah dan berbakti padanya sebagai jalan menuju surga

Berderaian airmata lelaki itu dan seketika memeluk anak kecil tadi dan mengatakan
Sungguh aku sangat merindukanmu wahai anakku.
jawab sang anak :
Apakah ayah tidak rindu pada ibu
Lelaki itu diam dan wajahnya murung
Anak : Jangan diam ayah, ibu telah menceritakan padaku dan memberitahukan bahwa istrimu kedua yang telah menyuruhmu untuk menceraikan ibu sehingga kau tidak akan pernah melihat aku.
Tapi Maha Besar Allah yang pada akhirnya aku dapat merasakan pelukanmu ayah.

Betapa besar keinginan anak itu berbakti pada ayahnya.
Akhirnya anak malang tadi menemukan ayahnya dan ayahnya segera membawa dia pulang.
Lelaki itupun bahagia karena anaknya yang hilang telah ditemukan.

========================

Wahai para orangtua, berilah kasih sayang pada anak-anak sekalipun mereka bukan anakmu, jangan berlaku sombong dan takabur.
Sungguh Allah Maha Luas Karunianya.


by: anggun
#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »