Followers

Update Terbaru

Cinta Dalam Bingkai Keimanan

Diposkan oleh On 12:59:00 AM with No comments

iman
Aku akan berbagi sedikit kisah, semoga setiap yang membaca kisahku ini, dapat mengambil hikmahnya dan tambah bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah karuniakan.

Langsung mulai aja ...
Tapi ingat setiap kisah yang baik mengandung hikmah yang besar dan sebaik baiknya membaca cerita tidak akan menusuk jiwa kecuali dengan dzikir nabi 'alaihi sholatu wasalam.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

        Cinta Dalam Bingkai Keimanan

Aku merupakan wanita yang beruntung karena Allah hadirnya seorang lelaki penuh dengan ketakwaan.
Suamiku hanya pekerja buruh harian, tapi siapa sangka kebahagiaan bukan dari banyaknya harta yang kita miliki.
Memiliki anak yang sholeh dan sholehah merupakan harta tak ternilai dibandingkan miliyaran uang rupiah.
Alhamdulillah walaupun suami pekerja serabutan, tapi tiga putri kami rajin dan taat pada orang tua.

Setiap hari Mas Rizal pergi bekerja berangkat pagi dan pulang sore, dan memang beliau tidak mempunyai pekerjaan tetap. Bisa hari ini mencangkul di kebun dan besoknya menebang pohon atau sebagainya, namanya juga kerja serabutan jadi apapun pekerjaanya beliau lakukan selama itu halal. Dan yang paling aku banggakan darinya, mas Rizal tak pernah mengeluhkan sedikit banyaknya hasil yang beliau dapatkan, mas Rizal juga tidak mengizinkan aku membantu bekerja walaupun sebenarnya jika aku mengajukan lamaran kerja di bank pasti diterima, karna aku dulu sebelum menikah memang aktif didunia karir. Tapi sejak menikah dengan mas Rizal, beliau melarangku dan hanya meminta aku menjaga rumah dan anak anaknya. Memang perubahan yang begitu besar aku rasakan setelah menikah dengan mas Rizal dari mulai tempat tinggal dan fasilitas hidupku.
Tapi yang membuat aku bahagia, mas Rizal menjadi imam yang nyata bagiku. Itu yang membuatku rela meninggalkan kemewahan yang dulu pernah aku miliki. Setiap hari sepulang dari bekerja, mas Rizal meminta kami untuk berkumpul dan mendengarkan kajian kajian agama yang beliau tuturkan serta setiap kali selesai sholat maghrib, mas Rizal tidak pernah lelah mengjarkan kami membaca alqur'an .Alhamdulillah walaupun aku tidak lancar membaca muskhaf tapi ketiga putriku fasih melantunkan ayat-ayat Allah yang diajarkan abinya.
Aku hanya selalu ingat akan firman Allah yang sering mas Rizal sampaikan.
فباي ألاء ربكما تكذبن
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?.
Dan aku juga tidak pernah merasa kekurangan, karna Allah tak pernah menciptan rasa kekurangan.
Allah hanya menciptakan kekayaan dan kecukupan . Hidupku terasa cukup dan tak pernah kurang, Alhamdulillah.

       Pada suatu hari, dimana ujian sekolah sebentar lagi akan diadakan, Intan meminta uang untuk melunasi bayaran yang sudah setengah tahun belum kami bayar.
Entah apa dan dari mana aku dapat melunasinya.
Setibanya mas Rizal dari kebun, aku mencoba mengadukan masalah Intan yang harus melunasi uang pp sekolahnya.
Ya Allah, aku tidak sanggup menatap wajahnya yang begitu letih mencari sesuap nasi untuk kami.
Tapi aku mencoba menepiskan semua bebannya, dengan pelan aku mulai berbicara padanya.
"Abi....Intan sebentar lagi akan ujian sekolah, dan ustadzahnya meminta agar melunasi uang pp yang belum kita bayar...ucapku pada suami dengan memegang tanganya
suamiku diam dan menghelaikan nafas perlahan.
"Insya Allah ya umi ...besok abi akan usahakan mencari uang untuk membayarnya.....jawabnya
"mari umi panggil anak anak untuk mulai tilawahnya dan setoran pada abi...lanjutnya.

Aku memanggil putri-putriku dan menyuruh mereka menghampiri abinya, tapi aku kaget karna Intan berkata bahwa Nia, putri bungsuku badannya panas dan menggigil.
Ya Allah, aku langsung lari dan melihatnya, cemas itulah yang aku rasa sesegera mungkin aku buat kompres untuk Nia.
"Intan ..cepat panggil abi.... suruhku pada Intan.
"Abi , umi meminta apa cepat ke kamar karna Nia sakit demam.

Abi langsung pergi dan masuk menemui Nia,
"Mas ...badan Nia sangat panas, sepertinya kita harus membawanya ke puskesmas...ucapku padanya
tanpa bicara banyak mas Rizal langsung membawa mengantar aku untuk memeriksakan keadaan Nia,

"Bagaimana ini bu bidan, putriku sakit apa ?..tanya mas Rizal penuh kecemasan.
"Tak usah khawatir bapak dan ibu, putri bapak harus di bawa kerumah sakit dan rawat inap karna mengalami gejala tipes. Sepertinya dia jarang makan secara teratur dan sejak kapan putri bapak panas seperti ini.....tanya bu bidan
"baru tadi siang bu, hanya aku sempat berikan obat penurun panas tapi tadi habis maghrib panasnya semakin naik....jawabku pada bu bidan.

Tak ambil pikir panjang, mas Rizal membawa Nia ke rumah sakit .
Ya Allah, mungkin mas Rizal sangat pusing memikirkan biaya inap, ketika mengurus admistrasi, pihak rumah sakit meminta tiga ratus ribu untuk satu hari, begitu uang yang mas Rizal keluarkan hanya ada empat ratus ribu, terpaksa membayar untuk mslam ini saja dan nanti kekurangannya akan dicarikan dana.
Aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya aku yakin Allah Kareem dan Maha kaya, menangisku karna sungguh tak tega melihat mas Rizal menanggung semuanya, Ingin rasanya ku membantu, tapi aku tidak ada izin darinya untuk bekerja.

    Esok hari, alhamdulillah panas badan Nia sudah m turun dan mulai membaik setelah menghabiskan tiga botol infus, semalaman aku jaga Nia, sedangkan mas Rizal pulang karna Intan dan Nafisa masih kecil dan khawatir jika ditinggal larut lama.
Seperti biasa mas Rizal bekerja, dan kedua putriku pergi sekolah.
Dan pada sore hari bahagianya aku karna Intan dan Nafisa datang menjenguk kami bersama abinya, mereka membawakan buah apel kesukaan Nia,
"MasyaAllah abi, .....ucapku
"Ummiiiii....teriak putri putriku memelukku karna rindu .
Betapa bahagianya aku melihat mereka ceria .
"dek nia ini intan bawain apel kesukaanmu....ucap intan pada nia
"makasih kaka....
"Nafisa gimana hari ini lombanya tahfidz...tanyaku pada Nafisa
"alhamdulillah umi, tadi sih lancar dan muqotak (potongan ayat) juga mudah sih ...jawab Nafisa penuh senyum
"Umi kapan balik ke rumah,... tanya Intan.
"Sebentar sayang, kita tunggu abi ya.

Tak lama mas Rizal datang dan memberi kabar bahwa Nia bisa pulang besok pagi.

"Alhamdulillah ...Nia besok sudah bisa pulang.
"Horrreeee ....jawab mereka dengan lucunya.
"Mas, ....bagaimana dengan uang untuk membeli obatnya Nia..tanyaku ke mas Rizal
"umi tidak usah khawatir ya, nanti abi carikan usaha...jawabnya
Dan mereka izin pulang karna waktu ziarah sudah selesai.

Kenapa setiap kali, aku menanyakan tentang masalah keuangan, mas Rizal begitu yakin dengan jawabanya. Singkat tapi sungguh meyakinkan. Hanya pasrah atas semua cobaan ini, Fasbir fa shobrun jamil.
Walaupun aku di rumah sakit tapi aku tak lupa tetap bertilawah meskipun dengan terbata bata.
Dan tak ku sangka ketika seorang dokter masuk kamar rawat Nia, dan beliau mengenalku.

"Assalamu'alaikum bunda...ucap bu dokter
"Wa'alaikumussalam bu dokter ..jawabku
"masyaAllah ..kamu kan Ria teman kuliahku dulu ya ...tanya bu dokter
"hemm iya....yaaa ..kamu kan Luna ...jawabku

Kami berpelukan dan berbincang-bincang umumnya sahabat yang telah lama tak jumpa.
"masyaAllah putrimu lucu sekali Ria dan cantik mirip kamu
"ah .kamu itu Lin, ...
"aku masih ingat kamu tuh teman terbaikku dari dulu, dan yang selalu memberikan bantuan terutama masalah biaya kuliahku, aku sering meminjam dana darimu. Sehingga aku sekarang bisa seperti ini....aku sangat bersyukur punya teman sepertimu dan jasamu padaku akan tetap aku ingat Ri.....ucap Luna
"ahh udahlah Luna, alhamdulillah kau telah sukses menjadi seorang yang berjasa, menjadi dokter hebat bagi anak-anak.
"iya Ria, besok Nia sudah bisa pulang....ucapnya
karna kamu banyak berjasa padaku, kau tak perlu menebus biaya obat dan masalah dana rawat inap lupakan ya....lanjut Luna

Alhamdulillah syukurku padaMu ya Robb, Allah bukakan pintu rizki yang tak aku duga, lewat Luna Allah mudahkan urusan putriku di rumah sakit.
Esok paginya suamiku sudah datang dan siap menjemput kami, mas Rizal juga bahagia mendengarkan ceritaku .
kamipun pulang dan mengucapkan banyak trimakasih pada bu dokter Lina.
Beliau mengatakan jangan sungkan untuk selalu datang ke rumah sakit jika membutuhkan bantuan .
Sekarang Nia sudah kembali sehat dan aku mendapatkan kejutan ketika pulang mendapati hadiah dari putriku Nafisa karna juara lomba tahfidz, masyaAllah kulkas yang selama ini aku impikan. Karna dengan demikian aku bisa jualan es di depan rumah tanpa meninggalkan ketiga pitri dan rumah suamiku.
Mas Rizal juga bangga pada Nafisa karna memang dia putri kami yang paling pintar dan rajin dalam menghafal.
 Dan kejutan kedua, pelukan hangat ku rasakan dari Intan, bahwa besok dia sudah bisa mengikuti ujian tanpa harus melunasi uang pp sekolah.
Karna Intan masuk siswi 3 besar yang berprestasi dalam setiap mata pelajaran.
Ya Allah bahagianya hatiku.
Mas Rizal memeluk ketiga putrinya dan berjanji hari libur nanti mengajak kami jalan jalan ke kebun tempat beliau bekerja.
Teriakan ketiga pitriku gembira karna ahirnya mereka akan melihat indahnya kebun yang menjadi ladang kerja abinya.
 Betapa kebenaran ayat Allah yang Maha haq.
ومن يتق الله يجعل له مخرجا

*Barang siapa bertakwa pada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.

======================================

Sesungguhnya setiap manusia pasti merasakan cobaan hidup, dan hanya keimanan dan ketakwaan yang mampu memberikan keindahan dan kebahagiaan.
Bangunlah rumah syurga dengan bingkai iman.
Dan sykurilah pasti kebahagiaan selalu kau rasakan.

by: anggun
#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »