Followers

Update Terbaru

Istimewanya Sholawat Nabi

Diposkan oleh On 1:45:00 PM with No comments

sholawat
Tahun 2014, kami sekeluarga menjalankan ibadah umroh. Bulan Mei lumayan padat antrian di Bandara King Abdul Azis untuk masuk pengecekan visa dan paspor kami. Panik antrian amat panjang. Saya yang mengendong bayi kami berusia satu tahun sudah mulai setengah kelelahan.
Melihat antrian yang amat panjang saya mencari tiang untuk bersandar. Saya teringat kata-kata ustadz waktu manasik agar membaca sholawat jangan sampai putus selama perjalanan. Ya Alloh, saya sempat lupa. Sambil menenangkan putri saya, saya bersholawat dan mengajak anak-anak untuk bersholat, “Baca sholawatnya, baca sholawatnya, biar hati tenang”.

“Hajjah, Hajjah!” seorang dari pengurus melambaikan tangannya kepada kami dengan isyarat. Saya angkat tangan dan beliau mengangguk. Tanpa pikir panjang, saya tarik ke empat anak-anakku dan mendatanginya. Mereka langsung meminta paspor saya dan mempersilakan kami masuk tanpa ikut antrian. “Ummi, Ummi!” saya tunjuk ibu saya yang berada dalam antrian panjang itu. Beliau langsung mengangguk dan saya pun menarik beliau masuk.

Ya Alloh, saya terus bersholawat, bersukur. Ya Alloh, inikah pertolonganMu.
Kami harus antri lagi dengan menunggu koper-koper kami. Saya terus bersolawat nabi, berharap Alloh membantu saya dengan cara nya. Subhanallah, kejadian ajaib kembali lagi. Orang Arab dengan kereta dorongnya ada di depan saya lengkap dengan koper-koper saya. Panik, bahagia, dan takut, semua ada karena suami dan ayah saya masih berada di antrian pengecekan paspor.
“Hajjah, Hajjah! Cek, cek!” beliau seakan bertanya. “Cek apalagi yang kurang?” katanya. “Iyah, iyah, kereta dorong bayi saya,” dengan isarat juga kami mengatakan. Tidak lama orang bandara sudah mengantar kereta dorong anak saya.

Ya Alloh, lemas lututku. Malaikat kah mereka, tersenyum seakan menyuruh kami minggir sambil menunggu keluarga laki-laki kami. Begitu kami kumpul dan hendak mengucapkan terima kasih mereka berdua sudah tidak ada. Ya Alloh, saya bingung. Saya sampaikan ke suami, “Tidakkah engkau melihat orang yang bersama kami? Mereka yang membantu semua.” Suami dan ayahku menggeleng Subhanalloh, pertolongan Alloh dan kekuatan sholawat.

Akhirnya, masihkah kita meragukan  kekuatan-Nya? Saya ingat sebuah riwayat Ad Dailami dalam Mushad Al Firdaus. "Setiap doa adalah terhalang, sehingga bersholawat atas Nabi saw."

Cerita kiriman dari : Inaya Ibrahim Mahfudz
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »