Followers

Update Terbaru

Kalimat Ini Ternyata Sering Disalahgunakan

Diposkan oleh On 5:13:00 AM with No comments

sepakat
Pernah punya janji dengan seseorang?

Entah mau ketemuan, jalan-jalan atau belajar kelompok yang jelas pasti kita pernah kan?
Tentunya bahagia itu ketika buat perjanjian adalah saat semuanya tepat janji sesuai yang dijanjikan. Bakal indah rasanya hidup bila setiap insan bisa melakukan hal ini. Yang menyebalkan adalah saat harus menunggu dalam penantian tak pasti. Tak ada kabar, menunggu pun sudah berjam-jam lamanya. Di situlah terjadi duel suara pikiran untuk balik ke rumah atau setia menanti.

Ya, makanya Islam tidak tinggal diam soal janji-janjian. Harus ada yang diperhatikan terutama soal kalimat insyaa Allah. Satu kalimat yang harus diucapkan saat janji terikat. Aneh dan lucunya kalimat insyaa Allah memiliki makna yang terkesan negatif. Gak tau kenapa, setiap terucap kalimat insyaa Allah sebuah janji diutarakan malah terkesan meragukan. Begitu kalimatnya insyaa Allah versi orang Indonesia yang keseringan telat. Hmm, nampaknya ada yang salah dengan kalimat insyaa Allah. Dimanakah salahnya?

Sebenarnya bukan salah kalimat insyaa Allah tapi kita yang mengucapkannya yang salah. Tanpa disadari, sering kali saat membuat perjanjian, kalimat insyaa Allah dijadikan kalimat ampuh buat melepaskan tanggung jawab atau menolak secara halus. Nah yang begini yang bahaya, padahal bila saja kita mengerti makna tersembunyi di balik kalimat insyaa Allah tentu ada keberkahan yang didapati.

Sebab pada kalimat insyaa Allah yang menyimpan makna harfiah ‘jika Allah menghendaki’, ada pelajaran berharga bagi kita  sebagai hamba. Ucapan sederhana itu menunjukkan lemah, tanpa daya dan tiada kuasanya kita. Bahwa segala sesuatunya yang ada di masa mendatang adalah milik-Nya mutlak. Itu adalah pengetahuan-Nya yang tiada batas untuk menentukan bagaimana ke depannya kita. Hingga sepersekian detik pun ada di bawah kuasa pengetahuan-Nya. Untuk kita menyadari, sebagai hamba hanya bisa sebatas merencanakan bukan menentukan.

Maka ingat-ingatlah pesan Imam Syafi’I yang terkenal itu, “Kelemahan adalah sifat manusia yang paling jelas. Siapa saja yang menyadari sifat ini, dia akan beroleh istiqamah dalam beribadah.”
Duuuh begitu indah pesan untuk merendah diri dan hati pada-Nya.

Jadi PR kita agar persepsi kalimat insyaa Allah menjadi kalimat yang penuh berkah. Mulailah setiap kali janji menucapkan kalimat tersebut. Kemudian dengan segala daya, kita usahakan untuk menepatinya. Bila memang tidak bisa, kalimatkan tak bisa. Jangan sembunyi di balik kalimat insyaa Allah. Bila masih ragu, ungkapkanlah keraguan itu. Jawab dengan terus terang bahwa kita masih ragu. Hingga timbul kemantapan di hati. Di situlah kita sandarkan kalimat janji dan insyaa Allah bergandengan mesra.

Mulai sekarang pastikan bahwa kalimat insyaa Allah ini bukan lagi kalimat yang bermasalah. Tapi kalimat penuh berkah yang menunjukkan tiada daya dan quwwah.

By : Fikri Kembar
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »