Followers

Update Terbaru

Karena Kamulah Tulang Rusukku

Diposkan oleh On 4:15:00 AM with No comments

Karena Kamulah Tulang rusukku

Betapa setianya seorang suami yang mendampingi sang istri dan selalu menerima beribu ribu omelan tanpa membalasnya...pingin tahu kisahnya ...yuukkkk baca sampai selesai ...hehe.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

      Alhamdulillah sudah sembilan tahun aku menikah dengan seorang wanita yang istimewa bagiku, dan Allah telah karuniakan empat putra dan dua putri, lucu lucu dan mereka sangat menggemaskan.
Seperti biasa setelah sholat subuh Yuyun sudah sibuk didapur glubrak glubruk nyiapin sarapan buat kami, karena anak- anak akan sekolah dan aku juga harus siap siap bekerja.
Suara tangisan anak anak sudah mulai menyelimuti rumah kami sejak pagi. Aku sebenarnya juga pusing setiap hari demikian, karena aku seorang guru, aku lebih suka berangkat awal ke sekolah bersama tiga putraku dan satu putriku. Semua keperluan istriku yang siapkan. Makanya tak heran Yuyun jarang istirahat dan juga jarang merawat diri umumnya para wanita jaman sekarang.
Tapi aku sungguh salut, walaupun tak cantik juga tak menarik tapi dia istri yang sangat bertanggung jawab pada keluarga dan tidak pernah lelah mengurus rumah serta anak anakku.
        Aku sudah siap untuk pergi mengajar dan izin pada Yuyun karena ada rapat sekolah, sehinggak diperkirakan aku akan terlambat pulang.
Memang Yuyun itu sangat bawel dan cerewet, yahh aku memakluminya, karena setiap hari harus perang melawan enam pendekar cilikku ..hehe.
Sore itu aku baru pulang dari rapat sekolah, hemm bukannya aku disambut dengan senyuman manis oleh sang istri tapi aku malah dapat omelan yang sedikit panas, yahh cuma sedikit sihh.

Istriku marah marah dan bertanya kenapa aku telat pulang, dan smsnya kenapa tidak di balas. Lahh aku padahal sudah bilang kalau aku ada rapat, tapi Yuyun lupa. Aku selalu menerima omelan Yuyun dan aku tak pernah membalasnya, hanya aku selalu menenangkan dengan caraku.
Setiap kali istriku marah marah aku dengarkan sampai selesai, baru kemudian aku cium keningnya dan aku bisikan maafkan papa ya ma, kau sangat berharga buat papa. Kenapa aku tidak membalasnya, karna aku sangat mengerti, betapa lelahnya dia dan aku tahu kemarahannya bisa disebabkan rasa cape dan penatnya yang setiap hari ia hadapi.

        Saat hari menjelang malam, setelah anak anak tertidur lelap, Yuyun mendekatiku yang sedang sibuk mengoreksi kertas ujian murid-muridku. Tidak pernah aku duga dan ini tidak seperti biasanya Yuyun menghampiriku, biasanya jika anak anak telah tidur, Yuyun juga langsung tidur.
Dengan segelas kopi kesukaanku, Yuyun menghampiriku dan memegang pundakku.
"Pa diminum kopinya ....ucap yuyun dengan wajah penuh senyum.
Hemm kalau ingat tadi sore ngomel, manisnya sih ilang ....untungnya aku tidak pernah ingat saat dia ngomel ngomel....hehehe
"makasih ya mah, ko mamah tidak tidur saja...tanyaku dan menyentuh wajahnya yang sangat kelelahan.
"maafin mamah ya pa, setiap hari sering ngomelin papa...lanjutnya.
Aku kecup keningnya dan ku suruh dia untuk tidur .

Jam dinding menunjukkan pukul 12:00 malam. Mataku sudah tidak bisa dia ajak begadang, hemm walaupun kerjaan belum selesai akupun beranjak ke kamar dan langsung tidur. Ketika pukul 03:00 dini hari aku terbangun dari mimpi, tapi aku tak melihat Yuyun di sampingku.
Ketika aku mencarinya ternyata dia sedang bersujud di kamar sholat dan ku mendengarkan tangisannya dalam doa.

"Ya Allah, sungguh aku telah berdosa atas sikapku pada suami hamba, dan sungguh aku hanyalah wanita lemah nan tak berdaya. Ku mohon jadikanlah aku istri yang selalu sabar akan semua urusan tanpa ada kemarahan untuk suamiku, Aku tak ingin kehilangan suamiku, aku sungguh menyayanginya .Lindungilah dia dan putra putri kami ya Robb."

Aku tak menyangka, dalam setiap omelan dan marahnya istriku tersimpan sejuta doa yang selalu dipanjatkan dalam sujud panjangnya.
Aku pergi ke kamar anak anak dan ku cium mereka, sungguh kalau bukan karna istriku, maka siapalah yang akan menjaga harta paling berharga yang Allah titipkan padaku.
Syukurku padamu ya Robb.
Aku kembali kekamar dan melanjutkan tidurku.
Ku merasakan hangatnya tangan Yuyun yang datang menyelimutiku, betapa sungguh malam itu ku rasakan tangan seorang wanita yang sangat berbeda.

"Maaaah...!!!......mana baju Rara ....teriak putriku
"Iya sayang ....sahut Yuyun dan menghampiri Rara dengan menggendong Ita putri sulung kami.

Betapa aku baru sadar makna dari setiap kemarahannya Yuyun, kesabarannya menghadapi anak-anak yang rewel dan nakal.
Suatu hari nanti aku akan memberikan kejutan untuknya.
Tepat tanggal ulangtahun Yuyun aku senaja mengajak lima dari anakku mengunjungi toko hadiyah dan aku menyuruh mereka memilih hadiyah untuk ibunya.
Mereka sangat senang dengan rencanaku ini. Karena mereka sangat sayang pada ibunya, tapi ditengah jalan kami menemui kemacetan panjang dan hpku juga lupa tak ku bawa, aku tahu Yuyun pasti khawatir pada kami, dan benar saja kami pulang kemalaman. Sungguh ketika kami pulang, seperti biasa Yuyun marah-marah dan kali ini aku benar-benar merasa bersalah.

"Papa !!!... kemana saja sama anak-anak kenapa jam segini baru pulang ...ucap Yuyun penuh kekhawatiran
"Maamaaaaaah ....teriak anak-anak dan berlari memeluk ibunya
"Sayang ..mama ini khawatir sama kalian.
"Mama ...kami bawa hadiyah buat mama ..

Istriku bukannya bahagia malah tambah ngomel ngomel sama saya.
"Kenapa papa menghabiskan uang untuk membeli semua ini ....ucap Yuyun kesal.
"Lohh ..kenapa mama tidak senang dengan hadiyah dari anak-anak.
"bukan begitu pa, bagiku mereka sudah cukup dari sekedar hadiyah, mereka itulah hadiyah buat mama, betapa mama khawatir atas kalian .....jawab Yuyun penuh khawatir.
"Kenapa papa melakukan ini semua, padahal mama sering marah-marah dan ngomelin papa terus terusan ....lanjutnya.
Akupun mendekati istriku dan memeluknya, serta ku bisikan padanya.
"Karena kamulah tulang rusukku.
bagaimana aku bisa membalas segala kebaikanmu untukku, kau yang menjaga rumahku kau pula yang menjaga hartaku anak anakku dan kau relakan semua waktumu untukku. Kaulah pelengkap agamaku dan separuh hidupku. Dan disetiap kemarahanmu tersimpan beribu doa kebaikan untuk kita semua dan aku tahu itu karena hanya kekhawatiranmu .
Selamat hari ulangtahun ya ma.

Yuyun menangis dan membalas pelukanku,
anak-anak juga memeluk ibunya dan mereka pun ikut menangis, mengucapkan selamat ulangtahun pada ibunya. Sungguh hari yang penuh dengan tangisan bahagia karena aku telah menyadari sifat istriku yang dalam setiap omelan dan marahannya bersumber dari kekhawatiran karena takut kehilangan aku dan anak anakku.
Tapi aku selalu bersyukur bagiku istriku tetaplah yang terbaik dan aku akan tetap setia mendampinginya dan siap untuk mendengarkan omelan omelannya.
Betapa aku sangat menyayangi dia.

========================================

Sangat penting toleransi antara suami istri dalam mengenali sifat dan karakter masing-masing. Walau demikian jadilah yang terbaik untuk pasanganmu. Saling melengkapi dan mengerti satu sama lain.
Salam sejahtera selalu untuk pembaca setia.

by: anggun
#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »