Followers

Update Terbaru

Pencarian Namamu Di Sepertiga Malamku

Diposkan oleh On 8:51:00 PM with No comments

sepertiga malam
Salam cinta untuk para pembaca yang masih setia, menyimak cerita cerita singkatku.
Semoga suatu saat Allah berikan cinta abadi penyempurna agamamu.
Bagaimana kesabaran kita menantikan cinta, mari kita simak kisah ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Indah itu namaku, tapi tak seindah pikiran yang selalu membuncah dalam diriku, terkadang aku berfikir dan bertanya tanya seorang diri, mengapa sampai sekarang dengan usiaku yang memasuki kepala tiga, tapi tak seorang lelaki pun yang berniat melamarku.
Aku juga wanita yang butuh cinta, tapi harapanku cinta sejati bukan hanya cinta dirasa kemudian pergi.
Entah mungkin rasa takut juga mungkin rasa tak percaya. Sehingga aku pun tak pernah menerima cinta yang hanya terucap oleh rangkain tiga kata " I Love you".

Aku hanya wanita yang keseharianya membantu ibu berjualan di warung makan.
Banyak menu makanan yang kami jual, dan tak sedikit juga para pembeli yang mampir untuk makan atau sekedar berteduh ketika hujan.
Aku memang pendiam, tapi dalam diamku tersimpan beribu ribu doa yang selalu ku panjatkan. Berharap lelaki yang penuh keimanan segera datang menjemput hati ini yang sangat kesepian.
    
Seperti biasa ketika adzan berkumandan kami selalu menutup warung makan, entah itu masih banyak pembeli atau bahkan masih ada yg sedang makan .
Kami sediakan tempat meja dan kursi di luar, yaitu di halaman.
Jika saat adzan masih ramai pembeli kami persilahkan mereka menunggu sampai waktu sholat selesai, tak sedikit yang kecewa akan apa yang kami lalukan.

Padahal mereka suka dengan rasa masakan yang kami jual, memang sih masakan khas ibuku enaknya tak terkalahkan dan beliau juga menjualnya dengan harga sederhana.
Saat itu adzan dzuhur berkumandang, memang masih banyak pembeli yang antri di warung. Karna sudah peraturan, ibu menyuruh mereka keluar, karna warung akan ditutup.
Kami tak pernah takut kehilangan rizki yang sudah Allah tetapkan, bagi ibuku, sholat pada waktunya itu lebih berharga, walau harus kehilangan para pembeli.
Sebagian ada yang merasa jengkel dan pergi ke warung sebelah dan sebagian masih ada yang menunggu dengan pergi sholat ke masjid di samping rumahku.
Ketika selesai sholat pertama ku membuka pintu warung tercengang ku saat melihat sosok pria yang tak pernah aku lihat sebelumnya, kaget dan aku langsung menundukkan kepala.

"Maaf neng, aku ingin membeli soto dagingnya .....ucap lelaki tadi
"ahlan wasahlan......jawabku.
aku curi curi pandangan, dan lelaki itu memperhatikan semua tulisan yang tertempel didinding warung ibu dengan bergeleng geleng kepala dan terkagum kagum.

yahh ..dia lelaki asing yang baru pertama kalinya datang ke warung kami.
Seketika ibu datang dan bertanya pada lelaki tadi
" maaf nak, pesan apa ya ...tanya ibu
"saya pesan soto daging bu...jawab lelaki tadi
dan sepertinya wanita tadi sedang membuatkannya bu ..lanjutnya
"oh iya ..dia putriku nak.....
" masyaAllah ya bu ...jawabnya tersenyum

Aku pun, hidangkan pesanan makananya dan ia menyantapnya dengan nikmat.
Hatiku terasa aneh ketika melihat lelaki tadi.
Entah dari mana dan siapa, berbeda dengan para pembeli lain.
Malampun kembali tiba, warung makan kami tutup ketika pkl. sembilan malam.
Sudah seharian ibu bekerja dan letihpun sangat terlihat dari wajahnya.
"Bu, silahkan istirahat saja...biar Indah yang mencuci semuanya...ucapku pada ibu
" "iya sayang, semoga Allah secepatnya hadirkan lelaki sholeh untukmu ...ucap ibu dengan memelukku.

Entah kenapa aku terpikir lelaki misterius yang tadi siang datang ke warung.
Sampai tepat jam dua malam, aku tidak bisa tidur. Bukan karna wajahnya yang tampan, tapi karna sikap dia saat pertama melihat tulisan tulisan di tembok warung.
Sikap yang aku lihat darinya tidak pernah aku jumpai dari para pembeli lain, walaupun mereka pertama kali melihatnya. "sebenarnya apa ya, yang tadi ia lakukan. Karna ku melihat ia sibuk menulis nulis di buku kecilnya.(ucapku dalam hati).

Karna sudah sepertiga malam, dan aku tak bisa tidur. Aku bergegas mencurahkan ketidak tenanganku pada Allah melalui sholat malam. Aku sungguh ingin tahu siapa lelaki itu, hatiku terenyuh kuat saat pandangan pertama menatapnya .

"Ya Allah benarkah perasaan yang ku alami ini, atau hanya cobaanku dalam penantian cinta yang selama ini ku harapkan. Ku mohon berikanlah petunjuk, jika memang dia, maka kirimkanlah untukku.

"Indahh....kagetkan ibu padaku
"iya bu....sahutku
"naakk, apa yang kau maksud lelaki asing yang tadi siang di warung....tanya ibu
"he'emm buu ..jawabku dengan malu.

Setiap hari aku memohpn pada Allah, dalam sepertiga malam terahir, bermunajat padaNya, walau hanya sekali ku melihat lelaki itu, tapi kenapa aku terus memikirkannya dan meyakini bahwa ia bakal calon suamiku .
Entah dari mana dan siapa, tapi perasaanku kuat dan aku yakin.

Banyak orang orang dan tetangga sering mencemoohkan diriku, mereka selalu mengatakan wanita tak laku, padahal aku hanya ingin menunggu seseorang yang benar benar tulus datang melamarku, bukan sesekali bilang i love u, setelah itu berlalu.
Memang aku sadar, aku wanita yang tak istimewa, bisa dibilang wajah pas pasan, tapi Alhamdulillah Allah karuniakan pada ku kemahiran dalam bidang memasak ^-^.
Aku tetap bersabar menanti jawaban cinta pada Robb Sang Maha Cinta.
Aku tak tergoyahkan akan perkataan manusia. Biarkan mereka menghina, asal lisanku tak membalasnya.

Selang beberapa minggu, saat ku pergi belanja ke pasar, ku kembali dipertemukan lelaki misterius itu.
Bukan senaja atau kebetulan. Allahlah yang mempertemukan kami. Dia datang sebagai pahlawan, yang menolongku saat sedang kecopetan.
Saat aku akan membayar ikan segar , dari belakangku seorang pria merampas dompet yang aku pegang, aku berteriak dan panik .
Tapi begitu membalikkan wajah, seorang lelaki mengejar pencopet tadi dan tak lama kemudian ia datang menemuiku dengan menyerahkan dompetku.
" Ya Allah terimakasih banyak mas ...ucapku padanya penuh syukur
"sama sama neng ...jawabnya.
emmmm maaf ini kan, neng yang punya warung itukan, warung yang setiap dinding dindingnya bertuliskan dzikir dan sholawat ....lanjutnya.
"iya, dan akhi yang pernah kunjung ke warung kami, kalau tidak salah ...jawabku
"iya neng, kenalkan aku Anto senang sekali bisa bertemu wanita mahir seperti ukhty....ucap dia
"kapan kapan silahkan mampir ke warung ya akhi, sebagai tanda terimakasihku karna sudah menolong...

Ketika aku pulang dan segera aku bercerita segala yang terjadi tadi di pasar.
Ibuku bersyukur, karna Allah melindungiku dan menyelamatkanku.

"Bu ....ternyata pemuda misterius itu namanya Anto ...ucapku penuh malu
"Alhamdulillah, Allah menjawab doamu nak.
jika memang dia jodohmu, tak usah khawatirkan itu. Teruslah meminta pada Sang Maha Kuasa.....nasehat ibu untukku

Setiap malam aku selalu berdoa, namanya selalu ku sebut dalam sujud sepertiga malamku dan aku yakin bukan karna siapa dia, tapi karna inilah yang kurasakan sejak pertama melihat  mas Anto.

Beberapa hari kemudian mas Anto mengunjungi kami tapi sungguh ini jawaban Allah dari doa doaku. Dia datang dengan kedua orang tuanya dan berniat menghitbahku.
Sungguh jodohku tak tertukar selama aku selalu menantikan dengan penuh harapan.
        
Ternyata mas anto sudah lama mencari cari informasi tentangku, dan dia adalah putra teman pamanku, yang mana ayahnya mas Anto pemilik lestoran terkenal di kota kami.
Dan pamanku yang menyuruh mas Anto untuk menemuiku dengan pura-pura menjadi pembeli di warung saat itu.
Sejak itu pula mas Anto merasa kagum denganku dan sudah punya niat untuk meminangku .
Ahirnya walaupun umurku telah berkepala tiga, tapi Allah menjawab semua doa dan buah kesabaran yang ku nantikan selama ini telah aku rasakan.

=========================

Dalam penantian jodoh, tak menentukan umur seseorang, sekian dan sekian. Yang terpenting ialah tetap sabar dan yakin setiap manusia pasti ada jodohnya
dan setiap doa pasti ada jawabannya.

by: anggun
#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »