Followers

Update Terbaru

Sebutir Biji Diantara Pohon Tinggi

Diposkan oleh On 2:49:00 PM with No comments

Sebutir biji diantara pohon tinggi

Seorang lelaki paruh baya yang bekerja sebagai tukang becak, sering terlihat diam dan sibuk dengan buku dan pensil yang ada ditangannya disaat tak ada yang meminta jasanya.
Suatu ketika ada seorang lelaki yang berpenampilan rapi layaknya orang kantoran meminta jasanya pada tukang becak itu untuk mengantarnya kesebuah tempat.

Hemmm ...pemerintahan sudah berjaya, tapi rakyat masih banyak yang nelangsa ....gumamnya tukang becak .
Karena melihat keadaan kota, jalan dan pasar serta orang orang setiap hari, bapak ini sudah banyak pengalaman tentang jalanan metropolitan.

Setibanya di tempat , dan setelah sang pemuda memberikan uang pada tukang becak, seketika itu pula tukang becak mengambil buku dan pencilnya mencoret coret pada lembaran demi lembaran.
Tatapanya penuh kata kata dan jari jemarinya tidah letih menulis, entah apa yang ia tulis membuat sang pemuda penasaran dan mencoba bertanya pada bapak tukang becak tadi.
"Maaf bapak, kalau boleh tahu apa yang sedang bapak tulis?...
"Aku menulis kejadian kejadian yang aku temui sepanjang lamanya dua kakiku mengayuhkan becak.
dan itu bukan karena hoby tapi karena kata kata hati kecilku sebagai rakyat kecil.....ujarnya sang tukang becak penuh nelangsa.

Karena sang pemuda tadi sangat penasaran dan mulai punya rasa ketertarikan pada bapak tukang becak tadi, ia pun menyerahkan kartu namanya dan ia meminta alamat rumah bapak tadi.
Esok harinya pemuda itu menemui bapak tukang becak ditempat biasa ia mangkal.
Dan seperti biasa waktu lenggangnya bapak itu terlihat sibuk mencoret coret dibukunya.
Kemudian pemuda tadi menghampirinya dan mengajak bapak itu kesebuah tempat .
Mulai ada ketertarikan, entah hoby entah kebiasaan, sang pemuda itu ingin tahu apa yang telah ditulis bapak tadi dibukunya setiap hari.
Di sebuah tempat warung makan nan sederhana pemuda dan bapak itu beristirahat dan memulai perbincangan.

"Pak, kalau diizinkan bolehkah saya membaca tulisan tulisan bapak ....tanya pemuda itu.
Tanpa sepatah kata sang tukang becak tadi menyerahkan bukunya kepadanya.

Dan ketika lembaran demi lembaran ia baca tercengang tertegun terkagum kagum dengan semua tulisan tulisannya, bukan karena tulisan sang tukang becak yang indah melainkan karena ringkasan dan isi kandungan dalam tulisan yang menarik dan penuh kenyataan.

Dari sini sang pemuda mulai mengajak sang tukang becak ke kantornya dimana tempatnya tak begitu jauh dari warung tempat mereka makan.
Walau berpenampilan sederhana tapi sang pemuda tadi tidak senggan membawa si bapak ke tempat kerjanya.
Ternyata sang pemuda itu direktur di kantor penerbitan berita harian roket news.
Bapak itu kaget ketika ditawarkan menjadi salah satu penulis berita di kantor itu.
"Bagaimana mungkin, aku hanyalah rakyat miskin dan tak berpendidikan ...ujarnya penuh lemas.
"Bapak tak perlu khawatir, yang kami butuhkan suara-suara rakyat kecil .
dan ingatlah pak, dari semua tulisan bapak ini bisa kami terbitkan menjadi berita yang bermanfaat ...

"Bapak harus ingat...pohon yang tinggi bermula dari sebutir biji dan dengannya akan menjadi rindang.
Pohon yang rindang dan penuh buah buahan yang bermanfaat bagi setiap manusia.

Itulah perumpamaan bapak saat ini, karena tak selamanya pohon tinggi itu sendiri berbuah,
Jadilah pohon rindang dan berbuah yang bermanfaat bagi orang lain.
Paparkan sang pemuda kalimat kalimat istimewa yang akhirnya bapak tukang becak menerima tawarannya. Dan demikianlah awal berkembangnya ringkasan tulisan sang tukang becak yang penuh arti dari suara rakyat kecil.

==========================================

Jangan pernah merasa rendah diri, karena orang sukses berawal dari bawah dan terus melaju sehingga mencapai kesuksesan.
Tak perlu khawatir karena pohon tinggi berawal dari sebutir biji.


by: Anggun
#CerpenFiksi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »