Dauroh Poligami dan Ciutnya Nyali Para Suami Takut Istri

Judulnya keren kan? He..he... Saya menulis artikel dengan judul seperti itu karena hari ini ada dauroh poligami di Purwokerto. Dan banyak para suami ragu-ragu untuk ikut acara dauroh poligami. Entah apa alasannya padahal tema poligami selama ini selalu menjadi pembicaraan yang hangat di medsos terutama di grup-grup whatsapp.

Saya membuat judul provokatif seperti itu bukan untuk menuduh orang-orang yang tidak atau belum poligami sebagai suami yang takut istri. Karena penulis artikel ini juga belum punya kesempatan untuk berpoligami. Belum? berarti ada peluang poligami dong? wallahu a'lam. Lagi pula laki-laki mana yang menolak poligami? Meskipun ada teman yang ngomong, "tidak tertarik poligami", saya yakin dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia menyadari sebagai seorang laki-laki yang normal. Normalnya laki-laki itu menyukai wanita dan secara fitrah mampu mencintai lebih dari satu wanita lewat poligami. Yang sulit dalam urusan poligami itu sikap adilnya. Kalau tidak bisa adil, ya jangan berpoligami. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” [QS. An-Nisa’: 3]

Belum berpoligami bukan berarti takut istri karena barangkali ada pertimbangan khusus yang dimiliki oleh para suami. Tapi saya berani mengatakan bahwa para suami yang takut poligami itu layak dikategorikan anak TK. Disebut anak TK karena TK itu singkatan dari ;
(Takut Kehilangan) istri yang sekarang,
(Takut Kemarahan) istri karena merasa dikhianati suami,
(Takut Kemarahan) mertua,
(Takut Kehabisan) waktu dan uang karena mengurus lebih dari satu istri.
(Takut Kehilangan) jabatan, terutama bagi para ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dan mungkin masih banyak TK yang lain, intinya TK itu sifat kekanak-kanakan atau egois. Kita takut kehilangan sesuatu yang menjadi milik kita sekarang. Tidak mau berbagi.he..he..

Bagaimana dengan istri? apa dia juga seperti anak TK? iya, karena maunya memiliki sendiri, mau menang sendiri dan tidak mau berbagi suami dengan wanita lain.ha....ha....

Untuk itulah perlu adanya semacam dauroh, dauroh pra poligami, yang akan menjadi ilmu atau bekal sebelum membuat keputusan untuk berpoligami. Atau setidaknya adanya dauroh pra poligami akan membuka wawasan ummat Islam, bahwa poligami merupakan syariat Islam yang tidak boleh dicela atau dibenci. Yang mampu poligami ya silahkan, yang belum mampu ya jangan patah hati jika disebut egois atau anak TK.

Para suami jangan takut jika hanya sekadar mengikuti dauroh pra poligami. Poligami hukumnya boleh, dan selanjutnya hukum bisa berubah wajib, sunah bahkan haram sesuai kondisi para pelaku poligami. Dan menurut saya, partai yang menistakan syariat poligami perlu juga ikut acara dauroh pra poligami. Supaya sebelum nyinyir bisa mikir dulu.

Seorang muslim harus ridho terhadap segala ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام ديناً وبمحمد رسولاً”

“Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang ridha pada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya“ (HR. Muslim no.34)

Baiklah, itu saja opini saya tentang dauroh pra poligami yang hari ini, kamis 28 Maret 2019 sedang di selenggarakan di kota Purwokerto. Selamat belajar dan mengenal syariat Islam lebih dekat.........

Oleh : Ilham Fatahillah

0 Response to "Dauroh Poligami dan Ciutnya Nyali Para Suami Takut Istri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel