Menyikapi Naik Turunnya Iman

Iman, menurut keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah itu bisa naik dan bisa turun. Yaziidu wa yanqusu. Yaziidu bit tho'ah wa yanqusu bil ma'siyah. Indikator naiknya iman dengan semakin rajinnya mengamalkan amalan ketaatan, sebaliknya, indikator penurunan iman manakala cenderung suka mengerjakan kemaksiatan.

Kita mengalami pasang surut iman karena memiliki nafsu, berbeda dengan para Malaikat yang imannya tetap tinggi. Mereka memang diciptakan untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sementara kita diberikan pilihan. Pilih menjadi baik atau menjadi buruk.

Lalu bagaimana caranya supaya iman tidak mudah goyah atau tergradasi oleh pengaruh-pengaruh negatif? Kita butuh istiqomah, dan untuk bisa istiqomah itu yang berat karena memang karakter iman kita itu dinamis.

Langkah yang bisa kita coba untuk tetap istiqomah adalah sebagai berikut :
1. Sering berkumpul dengan orang baik.
Kalau kita sering kumpul dengan orang baik, insyaAllah kita juga mudah untuk berbuat baik. Ibarat berkumpul dengan penjual minyak wangi, setidaknya kita juga akan ketularan wanginya.

2. Jangan ghuluw dalam beribadah, maksudnya jangan berlebihan dalam mengerjakan proyek keshalihan. Misalnya kita ingin memulai melazimi sholat tahajud, maka mulailah dari yang ringan-ringan dulu. Malam ini cukup sholat tahajud 2 rakaat, kemudian tekuni selama seminggu. Kalau iman sudah semakin mantap, tambahlah rakaatnya jadi 4 rakaat misalnya dan seterusnya.
Jangan sampai kita semangat hari ini untuk qiyamul lail, tapi besok sama sekali tidak melaksanakannya, atau semangat qiyamul lail tapi subuhnya telat.

3. Mintalah kepada Allah supaya bisa istiqomah.
Inilah yang paling penting, doa. Karena kita bisa menjadi sholeh atau tidak sebenarnya atas rahmat dan pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan karena kemampuan kita untuk menjadi shaleh. Oleh karena itu, rajinlah berdoa, mohonlah keistiqomahan pada Allah, insyaAllah kita akan dimudahkan untuk menjadi orang yang istiqomah menjadi orang baik dan istiqomah di jalan kebenaran.Amiin.

0 Response to "Menyikapi Naik Turunnya Iman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel