Kesalahan Dalam Memahami Shalat Istikharah

Sebagian orang salah kaprah dalam memahami shalat istikharah. Ada yang beranggapan bahwa shalat istikharah itu khusus buat mereka yang sedang bimbang memilih calon istri. Dan ada anggapan juga bahwa shalat istikharah itu hanya akan dijawab oleh Allah lewat mimpi atau wangsit, padahal mimpi bukan syarat terkabulnya istikharah. Lagi pula mimpi itu bisa juga dipengaruhi oleh perasaan atau bisikan hati.

Terkait mimpi, Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: Mimpi itu ada tiga macam:  bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah. (HR. Bukhari - Muslim).

Lalu yang benar bagaimana? Yang benar adalah, shalat istikharah tidak dikhususkan untuk orang yang sedang bingung mencari jodoh, atau bingung memilih istri. Semua orang boleh melakukan istikharah jika punya hajat. Dan jawaban atau hasil istikharah tidak harus lewat mimpi, seperti saya katakan di paragraf pertama bahwa mimpi, bukan syarat terkabulnya istikharah.

Untuk lebih jelasnya, berikut saya uraikan langkah-langkah dalam pelaksanaan istikharah :

Langkah pertama, Anda harus punya pilihan setelah melalui diskusi dengan orang-orang yang berilmu. Sebagaimana dalam hadits ;
 ﺇِﺫَﺍ ﻫَﻢَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺑِﺎﻷَﻣْﺮِ ﻓَﻠْﻴَﺮْﻛَﻊْ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟْﻔَﺮِﻳﻀَﺔِ
“Jika kalian ingin bertekad melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu.” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, al-Baihaqi dan yang lainnya)

Hadits di atas menunjukkan bahwa sebelum istikharah, harus jelas dulu tujuannya, jelas tekadnya, dan anda harus sudah punya keputusan, bukan istikharah baru bingung nyari pilihan.

Langkah kedua, Lakukan shalat istikharah 2 rakaat. Bisa dilakukan shalat sunah khusus untuk istikharah atau niatnya bisa digabungkan satu paket dengan shalat sunnah lain, misalnya ; shalat tahiyatul masjid, dhuha, rawatib, atau tahajud. Dan untuk para wanita yang sedang haidh bisa melakukan istikharah tanpa shalat, maksudnya cukup dengan doa istikharah.

Langkah ketiga, setelah shalat dua rakaat bacalah doa istikharah. Pembacaan doa istikharah dilakukan di luar shalat, bukan di dalam shalat.
Bacaan doa istikharah:
 ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺘَﺨِﻴْﺮُﻙَ ﺑِﻌِﻠْﻤِﻚَ ﻭَﺃَﺳْﺘَﻘْﺪِﺭُﻙَ ﺑِﻘُﺪْﺭَﺗِﻚَ ﻭَﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻚَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﺗَﻘْﺪِﺭُ ﻭَﻻَ ﺃَﻗْﺪِﺭُ ﻭَﺗَﻌْﻠَﻢُ ﻭَﻻَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻋَﻼَّﻡُ ﺍﻟْﻐُﻴُﻮْﺏِ. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺍْﻷَﻣْﺮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟِﻲْ ﻓِﻲْ ﺩِﻳْﻨِﻲْ ﻭَﻣَﻌَﺎﺷِﻲْ ﻭَﻋَﺎﻗِﺒَﺔِ ﺃَﻣْﺮِﻱْ ‏( ﺍ َﻭْ ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﺎﺟِﻞِ ﺃَﻣْﺮِﻱ ﻭَﺁﺟِﻠِﻪِ ‏) ﻓَﺎﻗْﺪُﺭْﻩُ ﻟِﻲْ ﻭَﻳَﺴِّﺮْﻩُ ﻟِﻲْ ﺛُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟِﻲْ ﻓِﻴْﻪِ، ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺍْﻷَﻣْﺮَ ﺷَﺮٌّ ﻟِﻲْ ﻓِﻲْ ﺩِﻳْﻨِﻲْ ﻭَﻣَﻌَﺎﺷِﻲْ ﻭَﻋَﺎﻗِﺒَﺔِ ﺃَﻣْﺮِﻱْ ‏( ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ: ﻓِﻲْ ﻋَﺎﺟِﻞِ ﺃَﻣْﺮِﻱ ﻭَﺁﺟِﻠِﻪِ ‏) ﻓَﺎﺻْﺮِﻓْﻪُ ﻋَﻨِّﻲ ﻭَﺍﺻْﺮِﻓْﻨِﻲْ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻗْﺪُﺭْ ﻟِﻲَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَ ﺣَﻴْﺚُ ﻛَﺎﻥَ ﺛُﻢَّ ﺃَﺭْﺿِﻨِﻲْ ﺑِﻪِ ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻳُﺴَﻤِّﻲ ﺣَﺎﺟَﺘَﻪُ
“‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon ketetapan dengan kekuasan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang sangat agung, karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak kuasa sama sekali, Engkau mengetahui sedang aku tidak, dan Engkau Maha mengetahui segala yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (kemudian menyebutkan langsung urusan yang dimaksud) lebih baik bagi diriku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku” –atau mengucapkan : “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka tetapkanlah ia bagiku dan mudahkanlah ia untukku. Kemudian berikan berkah kepadaku dalam menjalankannya.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku” –atau mengucapkan: “Baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha dengan ketetapan tersebut), Beliau bersabda : “Hendaklah dia menyebutkan keperluannya” [HR. Muslim]

Langkah terakhir, jalankan apa yang telah anda putuskan. Tak perlu menunggu mimpi karena tujuan shalat istikharah itu meminta kemantapan hati dan minta pentunjuk dari Allah. Kalau Allah meridhoi, insya Allah akan dipermudah jalannya. Jika Allah tidak menghendaki, maka Allah akan menggagalkan rencana yang sudah kita putuskan.

Itulah 4 langkah pelaksanaan istikharah. Dan sebelum melakukan istikharah, anda harus memeriksa tujuan anda beristikharah. Jangan sampai istikharah untuk hal-hal yang sudah jelas dilarang, misalnya ; Besok berangkat sholat jumat atau tidak ya?, Tahun ini ikut puasa ramadhan atau tidak ya?, Supaya tambah laris daganganku, besok minta tolong ke Mbah Mijan atau Mbak Lamijan ya? (Edisi perdukunan), Besok pacaran dengan Ani atau Shinta ya? (Edisi pacaran), dan lain sebagainya.

Semoga dengan istikharah, Allah akan memantapkan hati kita untuk menjalankan rencana yang sudah kita putuskan, semoga Allah membimbing kita dan Allah hilangkan kejelekan dari pilihan kita. Amiin.. (Ilham Fatahillah)

0 Response to "Kesalahan Dalam Memahami Shalat Istikharah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel