Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Saat Sapi dan Srigala Berbicara Bahasa Manusia

sapi bicara

Pernah sekali Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata begini, jadi ada orang-orang dari Bani Israil dulu sebelum kita, dia memfungsikan sapi yang dimiliki bukan tugas, tugasnya membajak tarik gerobak ini nggak, ditugasi yang lain gitu, tapi ndak disebutkan dalam riwayat tugasnya apa. Terus sapi itu ngomong dalam bahasa manusia, dia bilang, saya diciptakan bukan untuk ini. 

Maka si Bani Israil ini kaget, sapi bicara bahasa manusia? maka sahabat pun di majelis nabi sempat bilang Subhanallah Ya Rasulullah sapi berbicara dalam bahasa manusia? apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Nabi langsung cut sampai di situ. Kata Nabi, Aku, Abu Bakar sama Umar percaya itu kalian ragu? silakan, Aku, Abu Bakar, sama Umar percaya kalau Allah berfirman sudah selesai urusannya. 

Seperti itu konsepnya, jadi memang untuk mempermudah kita karena memang akal kita dipersiapkan untuk menerima sebenarnya, bukan untuk membangkang. Juga riwayat lain ada satu orang Arab badui, kebetulan dia penggembala domba, domba nya banyak sekali. Waktu dia gembalain domba ada 1 serigala nyuri 1 dombanya, karena dombanya besar, digigit lehernya ditarik keberatan serigalanya lamban maka dikejar oleh si pengembala ditarik dengan paksa domba tersebut, tiba-tiba Serigala itu bicara pakai bahasa manusia ini riwayat Shahih Bukhari kata Serigala, bertakwalah kepada Allah kenapa kau ambil rezeki yang sudah Allah tentukan untukku. 

Kaget si pengembalanya. Dia mengatakan, dia belum beriman, dia mengatakan, bagaimana bisa Serigala berbicara dengan bahasa manusia? serigala itu langsung bilang apa, gara-gara ini Badui beriman, dia tadinya kafir belum beriman. Lalu dia mengatakan mau kau saya beritahukan yang lebih aneh daripada apa yang kau kaget lihat sekarang? kau kaget lihat saya bicara ini? ada yang lebih aneh lagi. Kata badui tersebut, apa? di Madinah ada seorang rasul bernama Muhammad dan serigala mengatakan Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberikan salam kepada Nabi, di Madinah ada seorang rasul bernama Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengajak manusia ke agama Allah, tapi masih banyak yang mengatakan dia penyihir dan mendustakannya. 

Maka si Badui tersebut tidak banyak bicara diambil dombanya pergi ke Madinah dicari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu beriman menceritakan kejadian tersebut. Orang beriman memang seperti itu konsepnya karena kalau kita tidak memudahkan ini Bapak Ibu sekalian banyak hal yang kalau kita cuma pakai otak, (ter)tolak lo masalah Surga Neraka. Di mana surga? nggak kelihatan, jadi kita kalau masuk ke zona protes itu susah, tapi kalau kita imani, oh ya ada, ya sudah bagaimana sampai ke sana? ini amal-amalnya selesai. 

Ada lho kantor saya di Perancis, misal ada orang bilang gitu ya. Siapa yang prestasi di sini saya akan kasih kantor di sana kerja di sana kita belum pernah lihat gambarnya fotonya nggak pernah tapi pegawai yang paham dia tahu kalau di sini sebenarnya perusahaan ini sudah bagus ya. Maka maka dia pun mengejar prestasi terbesar itu kan begitu ya walaupun dia belum liat, toh dia sudah tahu sini gajinya bagus, kita di dunia sudah dikasih tuh dua mata dua telinga dua tangan dua kaki, apalah macam-macam kenikmatan kalau salah pun masih dimaafkan peraturan kehidupan yang luar biasa, berarti kalau sini ada di sana ada dong akhirat konsep sederhana begitu berarti di sini perusahaan itu ada, kalau pimpinan perusahaan yang di sana ada lagi, tapi lebih bagus dari sini, prestasi di sini, saya kasih di sana. 

Berarti pegawai yang berakal akan bilang, baik saya kejar. Bagaimana caranya? kerja begini begini begini dan dikerjain sama dia. Ya seperti itulah orang beramal saleh masuk sana seperti itu rasionalnya ya makanya kalau kita beriman teman-teman yang tidak banyak protes wahyu Allah semata Allah akan memudahkan kita bisa menerimanya sekali kita buka pintu protes terbuka was-was syaitan yang besar, sekali saja kenapa saya Allah jadikan perempuan? kenapa bukan laki-laki saya mau jadi laki-laki maka syubhat di otak kita sudah luar biasa seperti kita lagi buka pintu di depan itu banyak serangga udah masuk semua serangganya itu makanya para sahabat pernah duduk lalu mereka duduk bersama, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam keluar, lalu mereka kayak lagi bincang-bincang, kata Nabi apa yang sedang kalian pikirkan? 

Ya Rasulullah seseorang di antara kami muncul di benaknya, Siapa yang ciptakan kamu maka kami pun menjawab Allah selalu muncul di benak kami, siapa yang menciptakan gunung? Siapa yang menciptakan bumi? Siapa yang menciptakan langit? terus saja kami menjawab Allah terakhir ada pertanyaan, siapa yang menciptakan Allah? katanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Apakah sudah sampai pertanyaan itu pada diri kalian? maka mereka bilang iya, ya Rasulullah sahabat ngakui itu, apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kalau itu datang was-was syaitan, bilang Amantubillah, aku beriman kepada Allah, selesai karena syubhatnya akan kemana-mana termasuk protes Allah Subhanahu Wa Ta'ala Kan gitu, lebih mudah. 

Subhanallah kita lihat orang-orang, saya lihat orang-orang muslim yang dari kecil sudah aktif di masjid jadi Marbot Masjid betul-betul hidupnya, masjid rumah Allah, adzan, salat, bersihin masjid dapat pahala, udah selesai. Nikah, punya anak, keturunan, urus masjid, sampai mati Masya Allah Mudah sekali hidupnya, ga ada prostes, ada pengajian dia urus, dia duduk Masya Allah nikmat yang luar biasa, dibandingkan orang yang pendidikan, sarjana mungkin Profesor tapi membangkang. Nggak ada Tuhan, nggak ada begini, nggak ada begitu, itu kan aneh ya. 

Dan kita banyak terkurung dengan masalah akademik saja, title akademik teman-teman cuma pelengkap warna kita sekarang belum tentu orang yang tidak masuk di jenjang akademik lalu bodoh. Enggak. Saya pernah waktu S2 di Makassar ada 1 dosen, Profesor, ilmu budaya, saya juga nggak tahu kenapa dipelajari ilmu budaya di S2 ini, tapi saya masuk di kelas habis ashar tiba-tiba dia lagi bicara masalah budaya orang Bugis Makassar waktu itu terus kemudian dia sempat bilang ada satu tradisi orang Bugis Makassar kalau masuk kamar mandi kaki kiri keluar kaki kanan, saya dengar itu lalu saya angkat tangan. 

Maaf prof, sebentar, kalau setahu saya itu bukan tradisi Bugis Makassar itu ajaran Islam ajaran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masuk kaki kiri keluar kaki kanan. Kalau Pak Profesor mau saya bawain bukunya Shahih Bukhari besok saya bawain, diam dia. Semenjak itu Subhanallah setiap kalau dia masuk dia tanya, ada Khalid nggak di situ? saya dateng kesitu saya jadi kayak penghambatnya dia kalau dia lagi bicara. Ga boleh sembarangan. Bagaimana caranya, Profesor, tadi ndak ngerti masuk kamar mandi, ini hukum dasar Tap luar biasa, jadi tidak selamanya title akademik menjadi tolok ukur Tapi ada orang Subhanallah ya mungkin dia mudah sekali belajar agama paham diamalkan itu jauh lebih mudah lebih baik makanya ini harusnya digarisbawahi teman-teman sekalian. Subhanallah kepekaan kita dalam menerima hukum Allah menanamkan keimanan dalam hati sampai kita nanti sangat peka dengan Allah hati sampai kita nanti sangat peka dengan Allah.

Sumber : Ceramah Ustadz Khalid Basalamah


Post a Comment for "Kisah Saat Sapi dan Srigala Berbicara Bahasa Manusia"

Berlangganan via Email