Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inilah 4 Penghalang Rezeki yang Harus Diwaspadai

malas

Menjemput rezeki itu jangan asal-asalan, karena ada seni dan kuncinya supaya sukses meraihnya. Selain itu ada sesuatu yang menjadi penghalang datangnya rezeki yang wajib kita hindari. Agar rezeki datang dengan lancar, kita perlu memperhatikan penghalang rezeki untuk kita waspadai dan kita hindari. 

Dan inilah 4 penghalang rezeki yang sebisa mungkin kita hindari, jangan sampai hal-hal yang menjadi penghalang rezeki ini bercokol pada diri kita ;

Ogah-ogahan atau Bermalas-malasan

Sifat malas aslinya dari setan. Setan membisikkan perasaan malas kita enggan melaksanakan perintah Allah Ta'ala. Dan menjemput datangnya rezeki merupakan salah satu amalan unggulan. Oleh karena itu, setan akan mengerahkan segenap kekuatannya agar kita gagal menjemput rezeki. Seorang kepala rumah tangga / suami akan dibisikkan rasa malas agar gagal mengemban amanah sebagai seorang suami dalam hal memenuhi kebutuhan hidup berumah tangga.

Disebabkan oleh rasa malas, rezeki pun seret dan sulit untuk didapat, sehingga jatuh ke dalam kemiskinan yang berpotensi menyebabkan kekufuran, naudzubillah. Rumah tangga jika kesulitan ekonomi, bisa menjadi pemicu perceraian, dan berpisahnya suami istri merupakan salah satu proyek besar Iblis beserta bala tentaranya. 

Su'udzon sama Allah Ta’ala

Suudzon atau punya perasaan buruk sangka kepada Allah Ta’ala dalam hal rezeki bisa berupa perasaan putus asa. Pesimis. Tidak punya keyakinan akan datangnya rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Padahal Allah memiliki sifat Ar Rozaq, menjamin rezeki bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Salah satu bagian dari sifat buruk sangka terhadap Allah adalah menganggap bahwa Allah itu tidak adil. Karena menganggap Allah Ta'ala tidak adil, maka munculah keputusasaan yang dimiliki oleh seorang hamba. Dan seorang hamba yang terjangkiti keputusasaan akan digolongkan ke dalam golongan kafir, yang ingkar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah berfirman, “Sesungguhnya tidak berputuasa asa dari rahmat Allah, kecuali orang yang kafir.” (Qs. Yusuf [12]: 87)

Orang yang putus asa dan tidak memiliki harapan dari Allah Ta'ala, maka dia juga akan kehilangan semangat, dan kehilangan semua motivasi positif dari dalam dirinya. Yang ada hanya sifat buruk sangka, serta menyalahkan orang lain atas semua kegagalan yang terjadi.

Keputusasaan akan semakin membahayakan jika secara terus menerus menjangkiti seseorang. Karena akan membawa seseorang pada sikap kafir dan akhirnya melanggar semua aturan yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Jika sudah putus asa, rezeki yang lewat dan berseliweran di depan mata pun sulit dijangkau. Karena sudah kadung punya pikiran, "Ini pasti gagal, ga mungkin berhasil". 

Sifat Rakus Terhadap Dunia 

Setelah Iblis dilaknat oleh Allah Ta’ala karena perilakunya yang sombong. Lantas, dia berbisik kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam agar punya sifat rakus. Dan sifat rakus adalah suatu keburukan yang dasarnya hanyalah asumsi belaka. Hanya imajinasi.

Iblis membisikkan tentang keabadian kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam, jika bisa makan buah yang oleh iblis diberi nama Khuldi. Dan bisikan itu gagal, namun si Iblis tidak berhenti di situ, dia bisikkan pula kepada Siti Hawa, sampai akhirnya Adam dan Hawa tergoda dan makan buah terlarang tersebut. sehingga mereka berdua bukan kekal di surga tapi justru diusir dari surga karena keberhasilan tipu daya Iblis la'natullah 'alaih.

Sifat rakus hanya akan membawa pada keburukan. Rakus terhadap harta dunia tidak akan menghasilkan sedikitpun pun kebaikan. Disebabkan oleh sifat rakus, nafsu pun kian menggelora hingga pelakunya binasa.

Dalam hal mencari rezeki, orang yang punya sifat rakus pasti dibenci oleh semua orang, dibenci sesama rekan kerja atau atasannya.

Sifat Boros dan Kikir

Sikap Boros juga datangnya dari setan. Kebutuhan rumah tangga selalu kurang dan sulit terpenuhi lantaran sikap boros, pendapatan dan pengeluaran tidak imbang. Sikap boros bisa terjadi hal makanan dan minuman, pakaian, tempat tinggal, dan termasuk kendaraan. Orang yang boros lama kelamaan akan jatuh miskin, karena hartanya dihambur-hamburkan untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya bukan utama. Ingat, tidak semua orang ditaqdirkan dalam kurun waktu yang lama. Tidak selamanya orang itu ada di atas, ada saatnya nasibnya dipergilirkan jadi di bawah.

Selain sikap boros, ada sikap lain yang sama buruknya, yaitu kikir. Sikap wegah bersedekah atau malas bersedekah padahal semua kepunyaan harta kita adalah titipan dari Allah Ta'ala. Orang kikir akan sengsara hidupnya, karena kebutuhan tubuhnya tidak terpenuhi. Bikin susah anak dan istri, karena memberi nafkah yang sedikit dan jauh dari kata cukup, padahal sebenarnya dia bisa memenuhinya. Orang yang kikir akan dibenci oleh orang sekitar, karena tak pernah memberikan kebaikan pada orang lain. 

Sikap boros dan kikir sama-sama berbahaya. Boros bikin harta hilang dalam waktu sekejab, sementara kikir bikin hidup serba kekurangan meski punya harta. Orang yang kikir dan sombong, akan dijauhi harta dan rezeki lain dalam segala maknanya. Hidupnya terasa sempit, susah, dan dipenuhi kesulitan yang tiada akhir.

Dua sikap tersebut terbukti telah membinasakan generasi terdahulu dan generasi yang akan datang. Sebab sama sekali tak ada kebaikan dari sikap boros atau sikap kikir.

Wallahu a’lam.

Post a Comment for "Inilah 4 Penghalang Rezeki yang Harus Diwaspadai"

Berlangganan via Email